Legislator Ungkap Korban Meninggal COVID-19 Dipersulit Dapat Santunan

Ilustrasi penguburan jenazah terkonfirmasi positif COVID-19.
Ilustrasi penguburan jenazah terkonfirmasi positif COVID-19.
Sumber :
  • VIVA/ Ngadri

VIVA – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf menyoroti proses pemberian santunan senilai Rp15 juta untuk keluarga korban pasien COVID-19 yang meninggal dunia seperti yang tercantum dalam Surat Edaran Kementerian Sosial tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19. Berdasarkan penelusurannya, pemberian santunan itu justru dipersulit oleh Pemerintah.

"Awalnya saya menghargai itikad baik pemerintah untuk membantu masyarakat melalui santunan ini. Akan tetapi dalam praktik di lapangan, saya hanya menemukan fakta bahwa masyarakat maupun pelaksana dipersulit oleh ketidakpastian dari pemerintah pusat," kata Bukhori kepada wartawan, Jumat, 19 Februari 2021.

Untuk memperoleh santunan, keluarga atau ahli waris korban harus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi ke Dinas Sosial setempat. Beberapa persyaratan, di antaraya surat kematian dari RS setempat dan surat keterangan hasil pemeriksaan yang menyatakan positif COVID-19.

Baca: Jeritan Nakes di Pariaman, 7 Bulan Insentif COVID-19 Belum Dibayar

"Terkait surat keterangan hasil pemeriksaan/uji lab, nyatanya masih ada keluarga korban yang mengalami kendala karena tidak bisa memperoleh hasil uji lab. Hal ini cukup beralasan mengingat sejumlah korban COVID-19 tidak sempat melakukan uji lab sebelumnya karena kondisinya yang telanjur kritis saat masuk ke RS dengan status suspect COVID-19, jika kondisi demikian, apakah ahli waris korban tetap bisa memperoleh haknya? Bagaimana langkah antisipasi Kemensos untuk kondisi extraordinary tersebut?” ujar Bukhori.

Saat audiensi dengan Dinas Sosial tingkat kota/kabupaten, Bukhori juga menyesalkan lambatnya proses pencairan dana oleh pemerintah pusat. Meskipun Dinas Sosial telah lama mengajukan sejumlah rekomendasi permohonan ahli waris kepada Kemensos, prosesnya tetap lamban.

Dari informasi yang dihimpun Bukhori, Dinas Provinsi Jawa Tengah bahkan telah menerima sebanyak 2.174 dokumen usulan ahli waris yang diajukan ke Kemensos. Meskipun begitu, dalam catatan yang diterima, hanya 7 warga Jawa Tengah yang baru menerima realisasi dana santunan dengan rincian: 3 orang di Kabupaten Brebes, 1 orang di Kabupaten Kendal, 2 orang di Kabupaten Blora, dan 1 orang di Kabupaten Boyolali.