Kejagung: RUU Perampasan Aset Perlu Harmonisasi, Agar Tidak Tabrakan

Jampidsus, Ali Mukartono.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Ahmad Farhan Faris.

VIVA – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Ali Mukartono mengatakan perlu adanya harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset, dengan aturan Undang-undang lain agar nantinya tidak bertabrakan.

img_title Mitigasi Risiko Hukum dan Bisnis Program Pemerintah, Kejaksaan Soroti Upaya Transformasi BUMN

Menurut dia, RUU Perampasan Aset yang diusulkan masuk program legislasi nasional (Prolegnas) 2021, sebenarnya sudah lama direncanakan. Diprakarsai oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), tapi baru terealisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Silakan saja (RUU Perampasan Aset). Yang penting ada sinkronisasi dengan undang-undang yang lain. Pemrakarsanya kan PPATK,” kata Ali di Kejaksaan Agung pada Senin, 22 Februari 2021.

img_title Panja Revisi UU Pemilu Segera Dibentuk, DPR: Sesuai dengan Tugas Prolegnas

Baca juga: 4,4 Juta Lansia di Jabar Bakal Divaksinasi COVID-19

Ia mengatakan, harmonisasi diperlukan untuk menghindari adanya tabrakan dalam suatu peraturan UU. Karena ada beberapa regulasi yang mengatur juga tentang perampasan aset tersangka.

img_title Kejaksaan Belum Temukan Indikasi Korupsi dalam Penanganan Kasus Karhutla

“Misalnya, KUHAP dan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terpenting ada harmonisasi saja, jangan saling bertabrakan,” ujarnya.

Kemudian, Ali mencontohkan ada beberapa UU yang tabrakan dalam mendefinisikan tentang keuangan negara. Yakni UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

“Itu UU BPK ada, UU korupsi beda, UU Nomor 17 Tahun 2003 ada. Itu bingung pakai yang mana. Jadi harus ada harmonisasi,” jelas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan begitu, Ali berharap agar contoh kasus tersebut tidak terjadi dalam pembahasan RUU Perampasan Aset. Makanya, perlu ada harmonisasi dalam pembahasannya dengan DPR RI.

“Saya materinya belum baca. Kalau pemerintah secara umum sudah oke, yang penting perlu harmonisasi dengan undang-undang yang lain. DPR nanti melakukan itu, kita lihat,” katanya.

Kejaksaan Republik Indonesia bersama Kejaksaan Thailand mendorong penguatan kerja sama penuntutan

Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Thailand Dorong APAGM Perkuat Kerja Sama Penuntutan Kejahatan Transnasional

Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Thailand mendorong penguatan kerja sama penuntutan di kawasan Asia Tenggara melalui mekanisme ASEAN Prosecutors-General Meeting (APAGM).

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut