Kepala Polresta Malang Kota dan Ratusan Personel Disuntik Vaksin

Kepala Polresta Malang Kota Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata saat disuntik vaksin COVID-19 pada Rabu, 24 Februari 2021.
Sumber :
  • VIVA/Lucky Aditya

VIVA – Kepala Polresta Malang Kota Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata bersama 680 personel polisi mengikuti vaksinasi COVID-19 tahap kedua. Mereka akan disuntik vaksin buatan Sinovac selama tiga hari mendatang di RSIA Husada Bunda, Klinik Polresta Malang Kota, dan Klinik Kimia Farma Bromo.

KPK Periksa Anggota DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus soal Dugaan Korupsi APD di Kemenkes

Leonardus, yang tidak masuk dalam daftar vaksinasi tahap pertama, akhirnya disuntik vaksin pada tahap kedua. Dia terkategori penyintas COVID-19. Sebelum divaksin, dia menjalani serangkaian prosedur seperti pemeriksaan tensi darah dan screening sebelum disuntik.

"Walaupun saya sudah pernah terpapar COVID-19, di aturan terbaru dari WHO, itu setelah tiga bulan setelah terpapar boleh mengikuti pelaksanaan vaksinasi,” ujarnya pada Rabu, 24 Februari 2021.

Singapore PM Lee Hsien Loong to Resign After Two Decades on Duty

Baca: Jokowi: Kita Beruntung, dari Awal Pandemi Sudah Amankan Akses Vaksin

Dia mengaku tidak ada perbedaan antara penyintas dan bukan saat vaksinasi. Setelah disuntik vaksin dia tidak merasakan gejala apa pun dan semuanya berjalan normal seperti biasa.

PM Singapura Lee Hsien Loong Mundur dari Jabatan, Ini Sosok Penggantinya

Dia bersama seluruh persenel polisi di Kota Malang setelah disuntik vaksin tahap pertama akan kembali divaksin 14 hari kemudian. Vaksinasi yang kedua untuk mengebalkan imunitas.

Tes urine

Menindaklanjuti Surat Telegram Kepala Polri tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kepolisian, Polresta Malang Kota melakukan tes urine secara acak dan mendadak kepada 100 personel mereka.

Leonardus turut menjalani tes urine itu. Sasaran utama tes urine adalah personel reserse di polsek-polsek karena mereka dianggap rentan dalam penyalahgunaan narkoba. Dari ratusan personel ini semuanya dinyatakan negatif atau bebas dari narkoba.

"Bersyukur tadi seratus sampel yang kita ambil negatif semua, termasuk saya yang juga mengawalinya tadi. Kita tidak akan berikan toleransi kepada anggota yang menggunakan narkoba. Sudah jelas itu perintah dari Kapolri untuk langsung dipecat," katanya.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja

Pilkada 2024 Berbeda dan Lebih Kompleks dibanding Pilkada Serentak Sebelumnya, Menurut Bawaslu

Ketua Bawaslu RI mengatakan bahwa Pilkada Serentak 2024 berbeda dan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan penyelenggaraan pilkada serentak sebelumnya.

img_title
VIVA.co.id
22 April 2024