Luhut Ingatkan Integrasi Sistem Info Antisipasi Gempa Berturut-turut

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Sumber :
  • Dokumentasi Kemenko Marves.

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan agar seluruh unsur pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengintegrasikan sistem informasi kebencanaan demi memitigasi dampaknya bagi sosial dan ekonomi masyarakat.

img_title Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah, Jakarta Berawan

"Jangan menganggap enteng semua ini (integrasi sistem), dan jangan hanya kita pikir soal bangun tol atau sovereign wealth Fund saja yang penting. Itu semua jadi tidak ada apa-apanya," katanya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui telekonferensi, Kamis, 4 Maret 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena bayangkan apabila terjadi (gempa) megathrust-megathrust di tempat kita ini berturut-turut, semua orang akan kaget. Jadi kita semua jangan sampai dikejutkan," ujarnya.

img_title Pemprov DKI Targetkan Hujan Turun Sabtu, Modifikasi Cuaca Disiapkan Jelang Dua Acara Besar Minggu

Luhut menekankan bahwa upaya untuk mengintegrasikan sistem informasi, misal gempa bumi, sangat penting, sehingga harus didukung peralatan yang ada di BMKG dan terkoordinasi dengan BNPB.

Integrasi sistem informasi itu akan memungkinan aparatur pemerintah untuk bereaksi secara cepat dan tepat. “Integrasi ini jangan pernah ditinggalkan. Kita harus holistik menyelesaikan semua masalah ini," ujarnya.

img_title Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini, Jakarta Termasuk

Di sisi lain, Luhut mengingatkan bahwa hal-hal mengenai integrasi sistem peringatan dini kebencanaan sebenarnya juga sudah dijabarkan dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024, khususnya dalam aspek peningkatan ketahanan bencana dan indikatornya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di situ disebutkan bahwa persentase potensi kehilangan PDB akibat bencana telah ditetapkan menjadi 0,10 persen PDB pada tahun 2024. Sementara kecepatan penyampaian informasi perhitungan peringatan dini kepada masyarakat juga telah ditingkatkan, dari sebelumnya lima menit menjadi tiga menit pada tahun 2024.

Luhut menekankan, hal semacam itu jelas akan membutuhkan peran dari aspek teknologi, yang harus dikolaborasikan dengan aspek kedisiplinan masyarakat dan kepemimpinan dari para pemimpin daerah.

Ilustrasi gempa bumi

Gempa M 7,0 Landa Pulau Ogasawara Jepang

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 terjadi di sekitar Kepulauan Ogasawara, sekitar 1.000 kilometer di selatan Tokyo, menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), Minggu

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut