KPK Usut Korupsi Pembelian Tanah DKI Terkait Program DP 0 Rupiah

Gedung KPK
Sumber :
  • KPK.go.id

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan mengusut kasus dugaan korupsi pembelian tanah di beberapa lokasi untuk program program kredit rumah dengan DP 0 rupiah Pemprov DKI oleh BUMD DKI Jakarta. Program rumah DP 0 itu sebenarnya berkaitan erat dengan janji kampanye Gubernur DkI Jakarta Anies Baswedan.

img_title Dorong Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi di Daerah, Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Integritas

Salah satunya pembelian tanah seluas 41.921 meter persegi yang berada di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Tahun 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan dokumen yang didapat VIVA, penanganan perkara ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan sejumlah pihak telah ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya YC, seorang Direktur Utama (Dirut) sebuah BUMD Pemprov DKI.

img_title KPK Geledah PT Djarum dalam Pengembangan Kasus Bea Cukai

Para tersangka, termasuk YC, dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK bahkan dikabarkan telah bergerak cepat mengusut kasus ini dengan menggeledah sejumlah lokasi, salah satunya sebuah kantor di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada 3 Maret 2021.

img_title Alasan Bank Mandiri Berani Kucurkan Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Risiko Agunan Saham JARR-PGUN Disorot

Dari penggeledahan itu, penyidik menyita berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dan sejumlah petinggi KPK belum merespons konfirmasi yang dilayangkan awak media.

Ilustrasi hukum.

Pasal Kerugian Negara Jadi Sorotan, Dinilai Rawan Jadi Alat Intimidasi

Penegak hukum kerap menggunakan dalih penyelidikan kerugian negara untuk bisa memeriksa, dan menggantung perkara yang ujungnya seringkali adalah pemerasan

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut