Isra Miraj, Perintah Salat dan Gambaran Sidratul Muntaha
- U-Report
VIVA – ‘Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,’ (QS. Al-Isra’ ayat 1)
Kutipan Surat Al-Isra' ayat 1 ini menggambarkan tentang sebuah peristiwa penting ketika Rasulullah Muhammad shalallaahu 'alayhiwasallam (SAW) didatangi Malaikat Jibril untuk melakukan perjalanan suci menerima perintah agung, salat lima waktu. Peristiwa itu dikenal dengan Isra Miraj.
Peristiwa Isra dan Miraj terjadi di tengah periode dakwah Rasulullah di Kota Mekah. Pada masa-masa Rasulullah mengalami banyak tantangan, kecaman, cacian hingga ancaman pembunuhan dalam menyerukan agama Tauhid.Â
Masa-masa sulit itu semakin pedih ketika Rasulullah ditinggal wafat dua orang yang sangat dicintai Nabi, yang selalu mendukung dan membela dakwah Rasul, yakni wafatnya paman beliau Abu Thalib dan istri beliau Khadijah.
Tidak ada pendapat yang bisa memastikan kapan tanggal pastinya Isra Miraj terjadi. Namun, mayoritas ulama berpendapat Isra Miraj terjadi sebelum hijrah ke Madinah. Al-Allamah al-Manshurfuri dikutip dari Kitab Ar-Rahiq al-Makhtum (Al-Mubarakfuri) berpendapat Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.
Pendapat al-Manshurfuri yang menyebut Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab ini paling populer, walaupun Al- Mubarakfuri menolak pendapat tersebut karena Khadijah meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab, dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu.Â
Ada enam pendapat ulama yang disampaikan al-Mubarakfuri tentang waktu kejadian Isra Miraj, namun tidak ada satupun yang bisa memastikan tanggal persisnya peristiwa Isra Miraj.
Meskipun ada perbedaan pendapat soal kapan persisnya peristiwa Isra Miraj, tapi para ulama seluruhnya sepakat bahwa perintah salat lima waktu diwajibkan pada malam Isra Miraj.
Isra, secara bahasa berarti diperjalankan atau diberangkatkan. Merujuk Surat Al-Isra’ ayat 1, Rasullullah diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram (Mekah) menuju Masjid al-Aqsha (Baitulmaqdis) di Yerussalem, Palestina.Â
Sedangkan Miraj berarti naik menuju ke atas. Rosulullah dinaikkan Allah ke langit dunia, bahkan hingga tembus langit ketujuh, Rasulullah naik lagi ke Sidratul Muntaha, lalu dibawa naik ke Baitul Ma'mur hingga berjumpa Allah.Â