Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Dituntut 5 Tahun Bui

Gedung KPK
Sumber :
  • KPK.go.id

VIVA – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut majelis hakim memvonis Mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso, hukuman 5 tahun penjara. Budi juga dituntut membayar denda sejumlah Rp500 juta subsider enam bulan penjara, serta uang pengganti senilai RpRp2.009.722.500.

img_title Pengadilan Tinggi NTB Batalkan Putusan Lepas 2 Terdakwa Korupsi Lahan MXGP

"Menyatakan Terdakwa I Budi Santoso dan Terdakwa II Irzal Rinaldi Zailani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata jaksa saat membaca surat tuntutan, Senin, 15 Maret 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Keuangan PT Dirgantara Indonesia (Persero) Irzal Rinaldi Zailani dituntut dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Irzal juga dituntut untuk bayar uang pengganti senilai Rp17,34 miliar subsider 3 tahun penjara.

img_title Dua Terdakwa Korupsi Lahan Sirkuit MXGP Samota Divonis Bebas

Dalam menuntut, jaksa telah mempertimbangkan sejumlah hal. Yang memberatkan, jaksa menyebut perbuatan para terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang giat-giatnya memberantas tindak pidana korupsi.

Kemudian perbuatan para terdakwa mencoreng citra PT. Dirgantara Indonesia yang merupakan BUMN di bidang kedirgantaraan yang harusnya menjadi tauladan penerapan Good Corporate Governance.

img_title Tiga Terdakwa di Kasus Suap Blueray Cargo dan Bea Cukai Divonis 2 Tahun Penjara

Pada perkaranya, Perbuatan Budi dan Irzal juga dinilai mengakibatkan kerugian keuangan yang besar bagi PT. Dirgantara Indonesia.

"Khusus terdakwa II (Irzal) secara khusus ikut sebagai bagian dari Perusahaan mitra penjualan melalui profit sharing, sehingga memperoleh keuntungan ilegal yang besar," kata jaksa.

Sementara itu, untuk hal meringankan para terdakwa dinilai bersikap sopan selama persidangan dan tidak pernah dihukum.

Para terdakwa dinilai telah merugikan keuangan negara sejumlah Rp202.196.497.761,42 dan 8.650.945,27 Dollar AS.

Para terdakwa juga disebut memperoleh keuntungan akibat perbuatannya. Budi disebut mendapat uang atau memperkaya diri sendiri sebesar Rp2 miliar dan Irzal Rinaldi sebesar Rp13 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atau memperkaya orang lain yaitu konsumen pemberi kerja (enduser) PT. Dirgantara Indonesia sebagai end user sebesar Rp 178.985.916.502. Budiman Saleh sebesar Rp 686.185.000. Arie Wibowo sebesar Rp 1.030.699.209,00 dan memperkaya korporasi yaitu perusahaan mitra penjualan dengan total sejumlah Rp 82.439.070.247.

Baca juga: Kasus PT DI, KPK Periksa Eks Sekretaris Kemensetneg

Pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia

Melihat Pesawat N219, Seratus Persen Karya Anak Bangsa

PT Dirgantara Indonesia (DI) menyatakan pesawat N219 merupakan hasil karya anak bangsa yang dikembangkan tanpa tenaga pendamping teknis dari luar negeri.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut