Banjir di Gresik Putus Akses Jalan Raya Morowudi

Warga mendorong sepeda motornya di tengah jalan yang tergenang banjir di Kabupat
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Banjir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memutus akses Jalan Raya Morowudi, sebab jalan sepanjang 800 meter itu tergenang hingga 80 sentimeter, dan membuat 750 rumah warga di sekitarnya tergenang.

img_title Teknologi Baru Mobil Hybrid Siap Hadapi Banjir

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Tarso Sagito di Gresik, Selasa, 16 Maret 2021, mengakui bahwa banjir akibat luapan Kali Lamong itu mulai bergeser ke Cerme, ditambah tiga kecamatan lainnya, yakni Benjeng, Kedamean serta Menganti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sementara untuk di Kecamatan Balongpanggang, alhamdulillah sudah mulai berangsur surut," kata Tarso, kepada wartawan.

img_title Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027

Namun demikian, kata dia, BPBD Gresik tetap melakukan kaji cepat dan monitoring di lokasi terdampak, dengan menyiagakan personel di lokasi banjir, termasuk perahu di desa terdampak banjir.

Tarso mencatat, di Cerme terdapat 11 desa terendam banjir, masing-masing Dadapkuning, Ngembung, Sukoanyar, Dungus, Betiting, Guranganyar, Morowudi, Iker-iker Geger, Lengkong, Pandu dan Desa Tambakberas, dengan ketinggian air rata-rata 40 sentimeter.

img_title 1.730 Bencana Melanda Indonesia hingga September 2026, Terbanyak Karhutla dan Banjir

Kemudian di Kecamatan Benjeng, 11 desa terendam banjir, masing-masing Sedapurklagen, Karangkidul, Deliksumber, Klampok, Kedungsekar, Banter, Munggugebang, Bangkelolor, Gurangploso, Kedungrukem, dan Desa Munggugianti.

Di Kecamatan Menganti yang masih terendam banjir ada di Desa Pranti, serta di Kecamatan Kedamean di Desa Cermen.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan telah menyiapkan langkah, baik untuk penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk jangka panjang, kata Yani, pihaknya telah menyiapkan pembebasan lahan dengan anggaran sekitar Rp50 miliar serta telah menentukan lokasinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara untuk program jangka pendek, Pemkab Gresik masih menunggu penandatanganan kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membagi kewenangan dalam normalisasi sedimentasi Kali Lamong.

"Kami butuh MoU ini agar tidak disalahkan di kemudian hari. Setelah ada MoU ditandatangani, kami akan mengerahkan alat berat untuk segera menormalisasi Kali Lamong," ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. (ant)

Tersangka dan barang bukti kasus dugaan pembalakan liar hingga mengakibatkan bencana banjir di Sumatra Utara dilimpahkan

Babak Baru Kasus Pembalakan Liar Picu Banjir Sumut, 3 Tersangka Diseret ke Meja Hijau

Kasus dugaan pembalakan liar yang dikaitkan dengan bencana banjir di Sumatra Utara memasuki babak baru. Bareskrim melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut