Usai ARB, Kini Anggota DPR Dedi Mulyadi Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • VIVA/Adi Suparman

VIVA – Kontroversi keberadaan vaksin nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terus bergulir. Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyatakan dukungan terhadap Vaksin Nusantara dengan menjadi relawan uji klinis.

"Saya justru mendukung vaksin nusantara hasil karya dr Terawan ini. Siap saya. Siap disuntik Vaksin Nusantara," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan persnya, Sabtu 17 April 2021.

Menurutnya kontroversi vaksin buatan Terawan lumrah terjadi karena sejak dulu berani melakukan dobrakan dalam ilmu kedokteran dan berhasil menyembuhkan pasiennya. 

"Di Indonesia banyak orang out of the box yang seluruh karyanya sering kali kandas pada aspek-aspek administratif struktural,” katanya.

Seperti diketahui sejumlah tokoh seperti Aburizal Bakrie, eks Menkes Siti Fadilah Supari, Anang Hermansyah, Ashanty dan sejumlah Pimpinan-Anggota DPR RI telah menjalani proses vaksinasi Vaksin Nusantara.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie beserta istri menerima suntikan vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat, 16 April 2021.  

"Hari ini saya disuntik Vaksin Nusantara. Sampel darah saya sudah diambil duluan delapan hari lalu. Saya termasuk yang pertama menjadi relawan untuk vaksin COVID-19 buatan anak bangsa ini," tulis Aburizal dikutip VIVA dari akun Facebook pribadinya.

Aburizal mengaku percaya dengan vaksin Nusantara, juga percaya dengan kemampuan dokter Terawan. Lebih lanjut, mantan Menko Perekonomian itu mengaku pernah ditolong Terawan dari penyakit serangan stroke.

Keuskupan Agung Jakarta Sebut Paus Fransiskus Akan Kunjungi Indonesia September 2024

"Bahkan saya ini pernah hutang nyawa, karena beliau dengan metode cuci otak-nya pernah menyelamatkan saya dari serangan stroke yang fatal. Karenanya dulu saya bela Dokter Terawan dengan #SaveDokterTerawan," ujar Aburizal. 
 

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja

Pilkada 2024 Berbeda dan Lebih Kompleks dibanding Pilkada Serentak Sebelumnya, Menurut Bawaslu

Ketua Bawaslu RI mengatakan bahwa Pilkada Serentak 2024 berbeda dan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan penyelenggaraan pilkada serentak sebelumnya.

img_title
VIVA.co.id
22 April 2024