Pengakuan Dubes RI di Jerman soal Jozeph Paul Zhang
- (Screenshot YouTube)
VIVA – Nama Jozeph Paul Zhang jadi buah bibir warga Indonesia setelah video pengakuannya sebagai nabi ke-26 itu muncul. Tak hanya mengaku nabi, pria dengan nama lengkap Shindy Paul Soerjomoelyono juga melakukan penistaan agama Islam karena menghina nabi.
Polisi bergegas. Shindy pun ditetapkan sebagai tersangka. Dia terancam hukuman 6 tahun penjara. Mabes Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencabut paspor Shindy.
Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno akhirnya ikut angkat suara. Meski belum mendapat informasi mengenai lokasi keberadaan Jozeph, Arif mengaku sudah membantu melakukan pencarian dengan koordinasi ke KBRI di beberapa negara di Eropa itu.
Berikut wawancara lengkap Arif bersama kontributor VIVA di Jerman, Miranti Hirschmann  melalui Skype:
Miranti: Kami ingin mengetahui keberadaan Jozeph Paul Zhang (JPH) yang dikatakan berada di Jerman?
Arif: Kami mendapat informasi awalnya ia berada di Bremen. Tetapi masyarakat kita di Bremen mengatakan ia tidak berada di Bremen. Kemudian kita mendapat info ia berada di Erfurt, negara bagian Thuringia. Ia pernah tinggal di Erfurt, tetapi saat ini tidak tinggal lagi di Erfurt. Kami tidak tahu apakah ia masih berada di Jerman. Kami masih mencoba untuk mencari informasi.
Miranti: Apakah yang bersangkutan pernah lapor diri di KBRI atau perwakilan perwakilan Republik Indonesia di Jerman??
Arif: Datanya tidak pernah. Sudah kita cek dan tidak ditemukan bahwa ybs pernah lapor diri ke KBRI atau perwakilan RI di Jerman.
Miranti: Jozeph mengatakan ia telah melepaskan kewarganegaraan Indonesianya. Apakah pemerintah Jerman sudah memberi notifikasi?
Arif: Aturan di Jerman mengatakan kalau ada warga negara asing yang menjadi WN Jerman, apapun alasannya, apakah pernikahan, pekerjaan, ikut orang tua, pengungsi atau suaka politik, biasanya secara hukum yang berlaku di Jerman, pemerintah Jerman akan memberikan informasi langsung. Tidak nunggu per kuartal, mereka akan mengembalikan paspor (Indonesianya) pada kami. Sampai saat ini tidak ada data yang masuk apda kami otang yang bernama asli … jadi warga Jerman atau warga negara lain di Uni Eropa.