Merapi Muntahkan 4 Kali Guguran Awan Panas pada Sabtu Dini Hari

Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran, Jumat, 12 Maret 2021 pagi.
Sumber :
  • ANTARA/HO/twitter BPPTKG

VIVA – Aktivitas kegunungapian di Gunung Merapi masih terus berlangsung. Sebanyak empat kali awan panas guguran dimuntahkan oleh Gunung Merapi pada Sabtu, 24 April 2021 pada dini hari.

img_title Selain Gunung Anak Krakatau, Aktivitas Semeru dan Merapi Perlu Diwaspadai

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat empat kali awan panas guguran terjadi pada pukul 00.03 WIB, 00.42 WIB, 01.07 WIB dan 01.29 WIB dengan jarak luncur terjauh 1800 meter ke arah barat daya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan bahwa awan panas guguran pada pukul 00.03 WIB tercatat di seismogram. Hanik menyebut awan panas guguran ini memiliki jarak luncur sejauh 1800 meter.

img_title Status Gunung Anak Krakatau Masih Level Siaga

"Awan panas guguran Merapi pada tanggal 24 April 2021 pukul 00.03 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 30mm dan durasi 160 detik. Jarak luncur 1800 meter ke arah barat daya," ujar Hanik dalam keterangan tertulisnya.

Hanik mengungkapkan awan panas guguran kembali terjadi pada pukul 00.42 WIB. Awan panas guguran, kata Hanik tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 77 detik. Awan panas guguran ini memunyai jarak luncur 700 meter ke arah tenggara.

img_title Waspada! Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga Level III

Sementara itu untuk awan panas guguran pukul 01.07 WIB diketahui memiliki jarak luncur sejauh 800 meter ke arah tenggara. Awan panas guguran ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 87 detik.

"Awan panas guguran Gunung Merapi terjadi pukul 01.29 WIB. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 mm dan durasi 92 detik. Jarak luncur 1200 meter ke arah barat daya," tutur Hanik.

Hanik menuturkan hingga kini status Gunung Merapi berada pada level siaga. Penetapan status siaga ini dikeluarkan oleh BPPTKG Yogyakarta sejak 5 November 2020 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hanik menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara yaitu Sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
 

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan, 341 Ribu Penumpang Terdampak

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap penerbangan semakin meluas. Hingga Senin sore, 7 September 2026, 2.961 penerbangan domestik dan internasional terdampak.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut