Penambang Ilegal Marak, Polisi Sisir Kawasan Gunung Botak Pulau Buru

Kawasan  tambang emas di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku.
Kawasan tambang emas di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku.
Sumber :
  • tvOne/ Christ Belseran-Asma Kasih (Kabupaten Buru, Maluku)

VIVA – Aparat Polresta Pulau Buru kembali menyisir kawasan tambang emas Gunung Botak, Pulau Buru yang saat ini dipadati penambang ilegal.

Saat penyisiran, aparat menemukan penambang ilegal yang sudah menjamur untuk menambang emas. Sempat ada perlawanan dari para penambang tersebut.

Sebanyak 19 orang penambang emas tanpa izin (PETI) berhasil diamankan aparat. Mereka ditemukan sedang melakukan aktivitas ilegal dengan menggunakan bahan kimia berbahaya.

Kabid Humas Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Rum Ohoirat mengatakan, massa warga mengadang polisi menggunakan kayu dan senjata tajam, sambil memaksa belasan PETI yang sudah diamankan di dalam mobil tersebut dilepaskan.

"Ada 19 orang yang sudah kita amankan kemarin. Kita kemudian diadang, dan para penambang itu diturunkan secara paksa. Tapi kita berhasil mengamankan dua orang provokator dalam aksi itu," katanya saat dikonfirmasi Selasa, 25 Mei 2021.

Rum mengungkapkan, saat diamankan, belasan penambang ilegal kemudian digelandang menuju Markas Polres Pulau Buru untuk diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Di tengah perjalanan atau tepatnya di kawasan Desa Dava, sekelompok warga  kembali melakukan pengadangan terhadap aparat,” ujarnya