Mahfud MD Sebut Mayoritas Warga Papua Setuju Otsus

Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengklaim bahwa sebagian besar masyarakat Papua mendukung pelaksanaan otonomi khusus (otsus). Hal itu kata Mahfud dikatakannya berdasarkan hasil survei yang digelar oleh BIN bekerja sama dengan sejumlah universitas.

img_title 8 WNI Diduga Gabung Tentara Rusia, Begini Respons BIN

Hasilnya 92 persen warga Papua pro NKRI mendukung pembangunan di wilayah Timur Indonesia tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebanyak 82 persen setuju otsus, 10 persen menyatakan terserah pemerintah berarti setuju juga dan sisanya 8 persen yang menolak," kata Mahfud baru- baru ini dalam keterangannya saat menggelar dialog tentang Papua dikutip VIVA Jumat 28 Mei 2021.

img_title Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing untuk Perkuat Kedaulatan

Mahfud menyatakan, pemerintah sangat fokus membangun Papua dengan pendekatan kesejahteraan. Berdasarkan hasil survei itu pula sambungnya yang menolak Otsus Papus terbagi dalam tiga kategori.

“Nah sisanya yang kecil 8 persen itu terbagi tiga yakni bergerak di jalur politik, klandestin dan KKB. Yang paling kecil yakni KKB ini. Onilah yang dihadapi dengan penegakan hukum berdasarkan UU No 5 tahun 2018 tentang Terorisme. Jadi yang dihadapi adalah KKB Egianus Kagoya, KKB Lekagak Talenggen, KKB Militer Murib, dan kelompok lain lagi, jadi bukan KKB Papua," ujar Mahfud.

img_title Sinergi Polri, TNI dan BIN Kawal HUT ke-81 RI Dinilai Jaga Stabilitas dari Berbagai Ancaman

Dalam kesempatan itu, hadir juga Kepala KSP Moeldoko. Moeldoko juga menyampaikan komitmen Presiden Joko Widodo dalam membangun Papua sangat tinggi.

“Presiden mana yang pernah berkunjung ke Papua sampai 17 kali. Belum ada, baru di masa Presiden Jokowi ini hal itu terjadi. Karena beliau sungguh ingin Papua maju dan damai," ujar Moeldoko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapaun dialaog dan silaturrahim kebangsaan ini berjudul "Membangun Papua yang Damai dengan Berbagai Program" turut hadiri antara lain Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin Al Rahab, tokoh LSM seperti Haris Azhar (Lokataru), tokoh senior Papua seperti Freddy Numberi, Yorrys Raweyai, dan Michael Manufandu. Ada juga peneliti LIPI Adriana Elisabeth serta akademisi seperti Hikmahanto Juwana dan Rhenald Kasali.

Dalam sesi dialog, Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana sependapat dengan Mahfud MD, bahwa Papua bagian dari NKRI dan itu sudah final. Membangun Papua karena wilayah itu bagian dari Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut