Dewas KPK: AKP Robin Nikmati Uang Suap Rp1,6 Miliar

Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju jadi tersangka suap
Sumber :
  • Antara

VIVA – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memutuskan memberikan sanksi memberhentikan secara tidak hormat terhadap penyidik asal Polri yang bekerja di KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju.

img_title Ngeri! Botok Nekat Gelar Sumpah Pocong di PN Pati, Dibungkus Kafan dan Tantang Dua Hakim untuk Pembuktian Suap

Melalui sidang kode etik, AKP Robin dipandang majelis etik, terbukti menerima suap Rp1,6 miliar untuk menghentikan penanganan perkara di Pemkot Tanjung Balai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terperiksa telah menikmati hasil dari perbuatannya berupa uang kurang lebih sejumlah Rp1.697.500.000," kata Anggota Dewas KPK Albertina Ho di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin, 31 Mei 2021.

img_title Prabowo: Dalam 2 Tahun, Saya Berkali-kali Mau Disogok!

Albertina mengatakan tindakan Robin tidak bisa diampuni. Tindakan penerimaan suap Robin dinilai sudah menyalahgunakan kepercayaan pimpinan dan instansi saat penanganan perkara.

"Hal yang meringankan tidak ada," kata Albertina menambahkan.

img_title OTT Polda Kalbar Bongkar Dugaan Suap, Oknum Perumdam dan BPK Jadi Tersangka

Robin dinggap melanggar Pasal 4 ayat 2 huruf a, b, dan c Peraturan Dewas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penindakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sidang etik tersebut, Dewas KPK juga telah memeriksa Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai saksi. (oya)

Baca juga: Penyidik Stepanus Robin Diberhentikan Tidak Hormat dari KPK

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (tengah)

Bupati Klaten-Ketua BPK Jateng Jadi Tersangka Suap

KPK menahan kedua tersangka selama 20 hari pertama, terhitung sejak 16 Oktober hingga 4 November 2026, di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut