Kasus Dugaan Mafia Tanah di Jateng Diharapkan Naik ke Tahap Penyidikan

Ilustrasi pembuatan akta tanah
Ilustrasi pembuatan akta tanah
Sumber :

VIVA – Kasus mafia tanah di Jawa Tengah dengan 15 korban yang diduga dilakukan AH memasuki babak baru. Kasus tersebut kini sudah diambil alih Bareskrim Mabes Polri dan memasuki tahapan gelar perkara.

Dalam kasus dengan kerugian korban sekitar Rp95 miliar itu, polisi sudah melakukan gelar perkara selama 2 hari. Proses gelar perkara ini diprediksi masih berlanjut hingga 5 hari ke depan. 

Kuasa hukum korban, Wishnu Rusydianto, menyampaikan apresiasi lantaran Mabes Polri yang tanggap dalam kasus ini. Bagi dia, dengan langkah ini membuka adanya harapan yang diinginkan para korban untuk mencari keadilan.

“Gelar perkara ini setidaknya menjadi pencerahan dan menjadi terang perkara ini. Apa yang diperjuangkan klien kami dalam mencari keadilan setidaknya dapat ditanggapi lebih serius lagi oleh penyidik Polri," kata Wishnu usai gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri seperti disampaikan dalam keterangannya, Selasa, 8 Juni 2021.

Pun, ia berharap juga agar Bareskrim Polri tidak ragu menaikkan kasus ini ke tingkat penyidikan. Ia menyampaikan demikian karena unsur-unsur untuk menaikkan ke tahap penyidikan sudah terpenuhi. “Harapan kami harus naik perkara ini ke tingkat penyidikan. Kalau tidak, perkara ini akan menggantung," jelas Wishnu. 

Dia mengatakan usulan naik ke penyidikan juga dikatakan saksi ahli yang dihadirkan Mabes Polri dalam gelar perkara. 

“Tadi usulan dari saksi ahli saat gelar perkara juga dengan tegas meminta agar perkara ini naik ke penyidikan, tidak ada alasan lain, harus segera naikkan ke penyidikan,” jelasnya.