Langkah RI Minta Bantuan Negara Lain Atasi COVID-19 Dinilai Tepat

Simulasi Penanganan Pasien COVID-19. Foto ilustrasi.
Sumber :
  • VIVA/ Fajar Sodiq

VIVA – Bupati Maybrat Bernard Sagrim mendukung kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat dalam penanganan COVID-19. Salah satunya dengan meminta bantuan kepada negara lain agar Indonesia terbebas dari COVID-19.

Terungkap 3 Alasan Iran dan Arab Saudi Saling Bermusuhan, Isu Agama Paling Kuat

"Pak Menko Maritim Pak LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) telah melobi Singapura dan China dalam rangka membantu Indonesia agar bisa terbebas dari COVID-19. Langkah ini saya rasa tepat," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 Juli 2021.

Menurutnya, pada prinsipnya, keselamatan manusia adalah yang paling tertinggi. Karena itu, semua pemangku kepentingan di negara ini harus berkolaborasi, berkomitmen menyatukan dan merumuskan kebijakan terkait permasalahan yang terjadi saat ini.

8 Negara dengan Tingkat Kemiskinan Terendah di Dunia

"Pertama pemulihan kesehatan yang terkait dengan COVID-19. Berikutnya pemulihan ekonomi dan keselamatan atau kesejahteraan masyarakat dalam situasi pandemi COVID-19 ini. Karena bagaimana pun juga, perjalanan atau pandemi covid sudah hampir 1,5 tahun," ujarnya.

Ia juga meminta kepada para mahasiswa untuk meninggalkan idealismenya. Sebab membangun tidak semudah yang dipikirkan. Dalam situasi normal, semua hal masih bisa dilakukan sesuai arah kebijakan dan visi misi secara nasional dan daerah. Tapi dalam kondisi pandemi COVID-19, semua hal bergeser.

Daftar Negara Sekutu Iran yang Siap Bantu Jika Perang Terjadi, Ada China hingga Rusia

"Siapa yang pernah menyangka kita diterpa pandemi COVID-19. Ini bukan hanya Indonesia tapi seluruh negara tanpa terkecuali. Oleh karena itu situasi luar biasa ini membutuhkan kebijakan yang luar biasa juga di luar visi misi seperti Nawacita," jelasnya.

Ia melanjutkan soal adanya kerjasama antara Indonesia dengan China, konstitusi tidak melarang. Terlepas dengan dasar negara China, Indonesia sudah final berpegang pada Pancasila.

"Muaranya kan membangun rakyat dan membangun manusia. Tinggalkan pemahaman kita terhadap ideologi yang sempit. Doktrinnya berlaku di negaranya, tapi untuk keselamatan dan berkolaborasi untuk pembangunan ada kerja sama," katanya.

Menurutnya, semua upaya yang dilakukan pemerintah tepat. Meskipun ia akui di daerahnya, masyarakat ribut karena mempertanyakan visi misinya yang tak berjalan. Misalnya pembangunan jalan atau asrama mahasiswa.

"Saya bilang begini pada mereka, visi misi itu ada tapi kita melihat situasi negara bagaimana, dana kita tergantung pada subsidi dari APBN, dana perimbangan, otsus dari provinsi, Tapi ini kan di-recofusing, pemangkasan semua dana, jadi asumsi itu meleset semua. Kita sudah anggarkan tapi tiba-tiba dana dipotong," ujarnya.

Ia menyebut saat ini kondisinya bergantung pada pemerintah. Karena itu ia mengajak pada masyarakat dan mahasiswa untuk mendukung pemerintah pusat. Sebab ada hal yang penting bagi keselamatan manusia.

"Karena semua sumber daya yang ada di Indonesia sudah dicoba melalui kebijakan Pak Presiden," katanya.

Katanya, bukan saja negara China dan Singapura. Bahkan silahkan saja jika Rusia dan negara bagian luar yang ingin membantu bangsa Indonesia dalam menyelesaikan COVID-19.

"Kita mendukung demi keselamatan jutaan rakyat Indonesia. Kalau memang negara luar membantu," katanya.

Baca juga: Luhut Sudah Kontak China dan Singapura untuk Penanganan COVID, Jika...

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya