Said Didu Sarankan Ini untuk Vaksin Berbayar

Said Didu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN
Said Didu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN
Sumber :
  • vivanews/Andry Daud

VIVA – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan, tidak anti terhadap vaksin berbayar yang kini masih ditunda oleh pemerintah. Hanya mekanismenya, menurut dia, perlu diperjelas dan diperbaiki.

Dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Said Didu menegaskan bahwa pemberian vaksin ke masyarakat prinsip utamanya tetap harus gratis.

"Itu harus sesuai dengan arahan Presiden bahwa vaksin gratis untuk seluruh rakyat. Mekanisme gratisnya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Cara pertama memang digratiskan semua tidak ada jalur pembayaran, tapi bisa juga dilakukan dengan jalur pembayaran," kata Said Didu, Selasa 13 Juli 2021.

Baca juga: Jubir BUMN Pastikan Vaksin Berbayar Tak Pengaruhi yang Gratis

Vaksin berbayar sekarang, menurut dia, bisa dilakukan tapi dia menyarankan agar bunyinya adalah sumbangan COVID dari pengusaha

"Yang langsung masuk ke pendapatan negara ke rekening bendahara umum negara tidak ke perusahaan sehingga kesan bisnisnya hilang," katanya. Format ini, kata dia, menghilangkan kesan bahwa negara ingin berbisnis vaksin dengan rakyatnya.

Vaksin berbayar yang dilaksanakan BUMN dan penugasan kepada Kimia Farma, menurut Said Didu bisa dilakukan. Untuk mempercepat atau memberi pelayanan VIP kepada mereka yang menginginkannya saja.