Said Aqil: Pemerintah Main Sendiri Hadapi Pandemi, Belakangan Ajak NU

Ketum PBNU KH. Said Aqil Siradj.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menilai penanganan pandemi COVID-19 ini tidak mungkin bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, tanpa mengajak kekuatan masyarakat sipil. Penanganan COVID-19 akan berjalan baik manakala dilakukan secara bersama-sama.

img_title Antisipasi Puncak Arus Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Kebijakan WFA 3 Hari

"Selama ini saya rasakan pemerintah dalam menghadapi pandemi ini main sendiri, baru belakangan akhir-akhir ini NU diajak," kata Said Aqil dalam peringatan Harlah PKB dikutip Youtube DPP PKB, Sabtu, 24 Juli 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Said mengatakan baru belakangan ini pemerintah melibatkan NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, dalam penanganan COVID-19 melalui program vaksinasi.

img_title Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Guru Non-ASN jika Tak Lulus CPNS

"Dulu awal-awal sama sekali kita tidak pernah diajak sama-sama mengatasi pandemi ini. Jangan kan diajak, diajak ngomong pun tidak," ujarnya.

Ia sepakat dengan pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang menyebut pemerintah masih gagal dalam penanganan pandemi COVID-19.

img_title Hore! Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat untuk Nataru 2027 Senilai Rp722 Miliar

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar meminta para kadernya membantu pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19. Menurut Muhaimin, keberhasilan pemerintah dalam penanganan pandemi akan berpengaruh pada PKB, sebagai salah satu partai koalisi pendukung pemerintah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau pemerintah gagal mengatasi pandemi ini, PKB harus menjadi pendorong untuk tidak boleh gagal. PKB harus menjadi kekuatan yang menyuplai energi kesuksesan di dalam pemerintahan," ujar Muhaimin.
 
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menilai pemerintah dalam satu tahun manajemen krisis penanganan pandemi COVID-19 memang luar biasa. Semua konsentrasi, kerja-totalitas maupun anggarannya habis diserap untuk penanganan COVID-19.

"Tapi disisi lain ada titik lemah. Karena sesungguhan, all-out itu kemudian pemerintah menjadi satu-satunya pelaku penanganan keadaan. Sehingga partisipasi masyarakat menjadi sangat berkurang. Semuanya serba pemerintah, semua diambilalih pemerintah, langkah-langkah pemerintah. Partisipasi masyarakat, keterlibatan masyarakat sejak awal menjadi persoalan," paparnya.

Ilustrasi arus mudik di Cipali

Pemerintah Siapkan 2.882 Kuota Mudik Gratis ke 10 Kota Sambut Nataru, Cek Daftarnya!

Pemerintah kembali menggelar Mudik Gratis untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Kuota yang disediakan sebanyak 2.882 penumpang dan ke 10 kota.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut