PAN Minta Pekerja Informal Juga Diberi Bantuan

Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay.
Sumber :

VIVA - Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay, turut merespons rencana Kementerian Ketenagakerjaan yang saat ini tengah mempersiapkan peluncuran program Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk para pekerja. Menurut Saleh, program BSU ini perlu disempurnakan karena ada banyak catatan terkait pelaksanaan BSU di tahun lalu.

img_title Satya JKN Awards 2026: Bukti Badan Usaha Peduli Pekerja

Adapun catatan itu antara lain yang pertama data penerima BSU yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan tidak semuanya akurat. Saleh mengatakan, menurut keterangan Menaker waktu itu, ada banyak duplikasi data, rekening tidak valid, rekening sudah tutup, dan ada juga rekening yang tidak sesuai dengan NIK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Akibat dari kesalahan-kesalahan data ini, BSU yang disediakan tidak terserap secara keseluruhan," kata Saleh, kepada wartawan, Senin 26 Juli 2021.

img_title 63.789 Pekerja Kena PHK, DPR Desak Pemerintah Kawal Hak Mereka Dipenuhi Perusahaan

Saleh menuturkan per 14 Desember 2020, realisasi BSU hanya mencapai 27,96 triliun dari anggaran yang disediakan sebesar 29,85 Triliun. Artinya, ada 1,89 triliun yang tidak tersalurkan.

"Anggaran Rp1,89 triliun itu sangat banyak. Pasti banyak kelompok pekerja yang tidak jadi menerima. Padahal, mereka sudah masuk kriteria penerima yang gajinya di bawah 5 juta," katanya.

img_title Pria Jepang Alami Amnesia Bertahun-tahun, Ingatan Pulih Usai Ganti Pekerjaan

Baca juga: Bantuan Subsidi Upah Selama PPKM Level 4 Menjadi Rp1,2 juta

Catatan yang kedua, kata Saleh, target sasaran penerima BSU sudah semestinya diperluas. Selain pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi kriteria yang ditetapkan, pemerintah semestinya juga memikirkan para pekerja sektor informal.

Sama dengan pekerja yang terdaftar di BPJS TK, pekerja informal ini juga sangat merasakan dampak dari kebijakan PPKM. Penghasilan mereka juga tidak menentu dan bahkan tidak jarang mereka harus menutup usahanya.

"Sektor informal ini banyak. Buruh bangunan, pedagang sayur, pedagang asongan, juru parkir, penjahit, buruh cuci, sopir angkot, nelayan, petani, dan lain-lain," kata dia.

Dia mengatakan mereka juga merasakan dampak dari pemberlakuan PPKM. Sayangnya, mereka ini tidak terdata dengan baik.

"Nah, mestinya mereka ini yang juga mendapat bantuan dan perhatian," kata Saleh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Saleh, tentu tidak mudah untuk mendata pekerja informal ini. Tetapi, itu adalah bagian dari tanggung jawab Kemenaker.

Jika mereka dilupakan, kata dia, akan ada nuansa ketidakadilan dalam pemberian bantuan sosial seperti ini. Padahal, secara faktual, mereka adalah warga negara yang dilindungi oleh konstitusi yaitu pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang menyebutkan tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut