Roy Suryo ke Ade Armando: Dosen Kok Kudet Setengah Mati

Ade Armando (kiri) dan Roy Suryo (kanan) dalam diskusi tvOne.
Ade Armando (kiri) dan Roy Suryo (kanan) dalam diskusi tvOne.
Sumber :
  • tvOne

VIVA – Pegiat media sosial Ade Armando sempat jadi sorotan karena akun Twitternya kena suspend. Dosen Universitas Indonesia (UI) itu menduga ada pasukan siber yang sengaja dibayar untuk melaporkan akun Twitternya agar di-suspend.

Hal itu jadi pembahasan dalam Kabar Petang tvOne yang menghadirkan Ade Armando, analisa telematika Roy Suryo, dan Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja.

Awal diskusi dalam salah satu sesi dimulai dengan penjelasan Roy Suryo. Eks Menteri Pemuda dan Olahraga itu merasa kasihan dengan Ade Armando. Salah satu alasannya, karena Ade masih mengaitkan Roy dengan Partai Demokrat. 

"Saya makin ketawa dengar analisis tadi yang disampaikan. Beneran, kasihan saya. Kasihan begini ya. Seorang pengajar S2, S3 bahkan di UI masih kudet. Kudet itu kurang update," ujar Roy dikutip VIVA pada Kamis, 12 Agustus 2021.

Pun, ia menyinggung kesalahan analisa Ade terkait akun Twitternya yang kena suspend. Menurut dia, Ade tak paham soal suspend yang dilakukan Twitter.

Roy bilang, Twitter memiliki timeline yang bisa jadi acuan. Dalam persoalan ini, ia mengaitkan cuitan Ade yang diniai rasis terhadap atlet pebulutangkis Tanah Air. Sebab, dari cuitan Ade itu, muncul respons geram netizen.

"Jadi, dari analisisnya sudah salah. Twitter itu punya suatu regulasi. Dan, regulasi itu kayak di Kemenkoinfo itu melakukan takedown. Jadi, tidak semua laporan. Apalagi dia menuduh ada pasukan siber. Hehe," ujar Roy.