Wiku Ungkap Syarat Warga yang Bisa Disuntik Vaksin Pfizer

Vaksin COVID-19 Pfizer.
Sumber :
  • dw

VIVA – Pemerintah optimis pelaksanaan vaksinasi di Tanah Air semakin cepat terakselerasi. Kedatangan vaksin Pfizer dan AstraZeneca dalam bentuk jadi menandakan hal tersebut, yang baru tiba saja kemarin.

img_title Kabur usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Dapat Visa AS

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan vaksin Pfizer dalam bentuk jadi yang tiba di Tanah Air kemarin adalah sebanyak 1,56 juta dosis. Vaksin dari perusahaan asal Amerika Serikat itu telah menerima emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) pada Juli 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Vaksin Pfizer ini nantinya dapat digunakan masyarakat berusia 12 tahun ke atas,” kata Wiku dikutip VIVA, lewat laman setkab.go.id, Jumat 20 Agustus 2021.

img_title Trump Imbau Warganya Tak ke Prancis: Kecuali Anda Suka Revolusi

Satgas COVID-19, kata Wiku, meminta kepada pemerintah daerah yang menerima alokasi vaksin Pfizer untuk segera menggunakannya. Sehingga masyarakat di daerahnya dapat terlindungi dan meningkatkan cakupan program vaksinasi.

Selain vaksin Pfizer, Indonesia juga menerima sebanyak 450 ribu dosis vaksin jadi dari AstraZeneca melalui skema bilateral dari Pemerintah Belanda. Karena itu dengan kedatangan vaksin yang baru saja tiba, maka kebutuhan vaksin untuk program vaksinasi nasional dapat tercukupi.

img_title Kalah Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Kabur ke AS

“Diharapkan dengan datangnya vaksin-vaksin ini dapat mengakselerasi program vaksinasi nasional. Sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh vaksin dan terlindungi dari COVID-19 untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman COVID-19,” kata Wiku.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah menyebut bahwa kedatangan dua vaksin dari Pfizer dan AstraZeneca ke Indonesia, kemarin, merupakan vaksin yang dijajaki lewat jalur komersial atau dengan skema transaksi bisnis ke bisnis (business to business/b to b).

Vaksin yang berasal dari perusahaan farmasi asal Amerika Serikat dan Inggris itu, bakal menambah vaksin komersial sebelumnya yang berasal dari perusahaan Sinovac, China.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kedatangan Pfizer sebesar 1,5 juta dosis dan AstraZeneca sebesar 567 ribu dosis ini adalah kedatangan pertama dari vaksin business to business-nya kita," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip VIVA dari laman setkab, Jumat 20 Agustus 2021.

Budi mengatakan, sedianya ada empat vaksin yang menggunakan skema bisnis atau pembelian pemerintah kepada farmasi asing. Satu lagi adalah Novavax, yang juga perusahaan asal Paman Sam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut