Habis Baliho Terbit Sembako

Tas sembako bergambar wjah Puan Maharani dan ada logo PDIP
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 belum dimulai, tapi beberapa figur yang digadang-gadang masuk bursa bakal calon sudah bergerilya mendekati rakyat. Cara pendekatannya mulai memasang baliho dan kini bagi-bagi paket sembako bergambar wajah dan tertulis nama mereka.

img_title Relawan Gibran Sentil PDIP Kalah di Pilpres 2024, Deddy Sitorus: Parasit Kekuasaan yang Buta Nalar

Langkah memasang baliho di berbagai daerah yang gencar sebelumnya menuai kritik karena dinilai tidak peka dengan kesulitan rakyat di tengah pandemi. Pendekatan lewat baliho kurang efektif, cara lain tampak dicoba yaitu membagikan paket sembako untuk rakyat terdampak pandemi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa elite pimpinan parpol yang sudah coba cara ini seperti Ketua DPR RI sekaligus politikus PDIP Puan Maharani, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Nama mereka masuk dalam bursa capres atau cawapres versi survei. Namun, tingkat elektabilitasnya berdasarkan survei masih rendah.

img_title Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Kelompok Petani hingga Nelayan jadi Sasaran

"Kalau tas sembako ini ada kaitannya dengan usaha peningkatan keterpilihan elektabilitas. Mereka mungkin ada pertimbangan setelah baliho dikritik," ujar pakar komunikasi politik Hendri Satrio kepada VIVA, Rabu malam, 25 Agustus 2021.

Paket bantuan sembako dari Ketum Golkar Airlangga Hartarto

Photo :
  • Istimewa

img_title Pemerintah Siapkan Stimulus Puluhan Triliun untuk Warga, Ini Daftar Bantuan dan Insentif yang Segera Jalan

Menurut dia, dengan tas sembako berpotensi mendongkrak elektabilitas. Alasannya cara itu bersentuhan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat sebagai calon pemilih di pemilu. "Pendekatan tas sembako itu beda dengan baliho. Baliho baru sekadar popularitas. Baliho itu dah gabungan elektabilitas dan popularitas," tutur Hensat, sapaan akrabnya.

Cara bagi-bagi sembako masih disorot, kolega di parpol pun pasang badan membela. Politikus PDIP Kapitra Ampera meminta jangan semua diukur dalam persepsi politik yang negatif. 

Menurut Kapitra, selama Puan, Muhaimin, dan Airlangga menggunakan uang pribadinya dalam memasang baliho dan membagikan sembako maka tak ada masalah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau mereka pakai uang pribadinya, bukan uang negara, itu haknya. Tidak usah dibawa ke ranah politik, karena di politik itu ada social selection," ujar Kapitra saat dikonfirmasi VIVA, Kamis, 26 Agustus 2021.

Dia bilang aksi bagi-bagi sembako bermanfaat untuk rakyat kecil di tengah pandemi. Menurutnya, dalam menilai isu ini mesti objektif. Terkait bagi sembako bisa mendongkrak elektabilitas Puan dan tokoh politik lainnya, ia menjawab santai. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut