Novel Ungkap Peran Raja OTT KPK dalam Penangkapan Bupati Probolinggo

Penyidik senior KPK Novel Baswedan (tengah).
Penyidik senior KPK Novel Baswedan (tengah).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya kembali melakukan giat operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, KPK meringkus Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin yang merupakan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem.

Penyidik KPK Novel Baswedan mengomentari giat penindakan tersebut. Sebab, sudah empat bulan lamanya KPK tidak melakukan operasi tangkap tangan (OTT). 

Sebelumnya, KPK terakhir melakukan OTT pada 10 Mei 2021 yang menciduk Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. OTT yang menangkap Bupati Probolinggo juga disebut di bawah kepemimpinan Satgas Penyelidik Harun Al Rasyid.

"Setelah sekitar empat bulan KPK nggak bisa OTT, akhirnya Raja OTT (Harun Al Rasyid) yang tidak diluluskan TWK untuk disingkirkan dari KPK turun tangan untuk bisa dilakukan OTT," kata Novel, Senin, 30 Agustus 2021.

Novel menyayangkan langkah pimpinan KPK di bawah komando Firli Bahuri yang ingin menyingkirkan 57 pegawai yang gagal asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Menurutnya, hingga kini, dinonaktifkan 57 pegawai dengan alasan tidak bisa lagi dibina.

"Sangat disayangkan langkah dan sikap Pimpinan yang tidak mau mencabut SK 652 dan membuat skandal penyingkiran pegawai KPK, sehingga membuat KPK terhambat untuk bekerja dengan baik," jelas Novel.

Hal senada disampaikan pegawai KPK nonaktif, Rieswin Rachwel. Dia mengakui, OTT tersebut merupakan kerja keras tim di bawah kepemimpinan Satgas Penyelidik Harun Al Rasyid.