DPR Minta BPOM Lebih Progresif Terkait Obat Terapi COVID-19

Ilustrasi vaksinasi COVID-19 untuk pelajar.
Sumber :
  • Istimewa

Dalam perkembangannya obat ini juga telah digunakan dan berhasil mengatasi beberapa penyakit. Andi Crump dan Satoshi Mura mengulas makalah berjudul ‘Ivermectin, Obat Ajaib dari Jepang dengan Perspektif Penggunaan pada Manusia’. 

img_title Jangan Tunggu Sakit! Ini Pentingnya Vaksin Dewasa dan EV71 yang Tak Boleh Dianggap Sepele

Cara kerja obat ini pada pemberian secara oral, Ivermectin dapat mencapai konsentrasi plasma proporsional terhadap dosis. Konsentrasi puncak Ivermectin adalah sebesar 30 - 46 ng/ml dan tercapai 4 jam setelah pemberian, kemudian menurun secara perlahan setelahnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. Favipiravir 

img_title Jangan Anggap Sepele! Ini Gejala Campak pada Anak yang Bisa Berujung Fatal

Favipirafir merupakan obat antivirus yang dikembangkan Toyama Chemical. Favipiravir per-oral diabsorpsi melalui mukosa usus dan mencapai konsentrasi puncak di plasma dalam waktu 2 jam, kadarnya menurun secara cepat dengan paruh waktu 2-5,5 jam. 

Favipiravir dimetabolisme di hati dengan bantuan enzim aldehid dan diekskresikan di ginjal. Efek samping Favipirafir antara lain peningkatan nilai SGPT, SGOT, kadar asam urat meningkat, gangguan saluran cerna, hingga penurunan produksi sel darah 1 persen. 

img_title Sering Dikira Flu Biasa, Influenza Ternyata Bisa Berujung Fatal Jika Diabaikan
Ilustrasi Flu Burung

Flu Burung Pernah Mewabah di Indonesia, Begini Cara Pemerintah Menekan Penyebarannya

Flu burung atau avian influenza (AI) pernah menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian serius di Indonesia. Wabah penyakit tersebut pertama kali terjadi 2003.

img_title
VIVA.co.id
25 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut