Kejagung Tangkap DPO Kasus Penggelapan Setelah Jadi Buronan 3 Tahun

Ilustrasi kejaksaan.
Ilustrasi kejaksaan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA - Tim intelijen gabungan Kejaksaan Agung menangkap terdakwa kasus penggelapan cangkang kelapa sawit di salah satu perusahaan perkebunan di Bengkulu Rosit Joko Santoso (55) yang telah menjadi buronan selama tiga tahun.

Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Bengkulu Sri Tatmala Wahanani mengatakan Rosit yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu ditangkap di sebuah kompleks perumahan di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 2 September 2021, lalu.

"Terdakwa sudah tiba di Bengkulu dan langsung dieksekusi ke Lapas Bentiring. Penangkapan ini merupakan kerja sama tim intelijen Kejagung bersama Kejati dan Kejari Bengkulu," kata Sri dikutip dari Antara, Minggu, 5 September 2021.

Ia menjelaskan Mahkamah Agung dalam putusan kasasi pada 2018 lalu menyatakan Rosit terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan karena bersama-sama menggelapkan cangkang kelapa sawit milik PT Bio Nusantara Tekhnologi.

Baca juga: Kasus Korupsi di Dinas ESDM Tanah Bumbu, Kejagung Tetapkan Tersangka

MA menghukum Rosit yang saat itu menjabat sebagai manajer pemasaran di perusahaan itu dengan pidana penjara 1,6 tahun karena terbukti melanggar ketentuan pasal 374 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP bersama terdakwa lainnya yakni Cecep.

Kasasi itu diajukan Kejati Bengkulu setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkulu pada 2017 lalu menyatakan Rosit tidak bersalah dan membebaskannya dari semua dakwaan.