Misteri Ikan Jumbo dan Bulus di Terowongan Kuno Peninggalan Belanda

Terowongan air kuno di Klaten, tempat ditemukannya ikan Tomang Green dan Bulus.
Terowongan air kuno di Klaten, tempat ditemukannya ikan Tomang Green dan Bulus.
Sumber :
  • Dok. Pj Kepala Desa Sabrang Lor Budi Andrianto

VIVA – Penemuan ikan Tomang Green berukuran panjang 80 sentimeter dengan berat tujuh kilogram serta Bulus dengan berat sekitar 29 kilogram di sekitar terowongan atau saluran air kuno di Dusun Samber, Desa Sabrang Lor, kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sempat menghebohkan masyarakat. Kini, lokasi penemuan itu menjadi daya tarik untuk dikunjungi warga sekitar desa tersebut.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Sabrang Lor Budi Andrianti mengatakan, awalnya ada pembangunan embung desa untuk kolam pemancingan dan kuliner. Namun di tengah pengerjaan proyek tersebut terdapat warga yang menemukan ikan Tomang Green, akhir Agustus lalu. Berdasarkan informasi yang diperolehnya bahwa ikan tersebut saat ini masih dipelihara oleh warga yang menemukannya.

“Ikannya itu ukurannya besar dengan panjang 80 sentimeter dan beratnya 7 kilogram,” kata dia saat dihubungi VIVA, Selasa, 7 September 2021.

Menurutnya, ikan yang ditemukan di terowongan air peninggalan Belanda itu juga bukan merupakan ikan peliharaan karena tidak ada warga yang merawat ikannya. Ikan Tomang, menurut dia, merupakan ikan hias predator.

“Kalau dipelihara kelihatannya nggak karena itu memang liar. Artinya tidak dirawat dan mungkin dulu ada yang membuang ikan ketika masih kecil atau gimana,” ujarnya.

Selain penemuan ikan, lanjut dia, warga juga menemukan Bulus di terowongan kuno itu. Hanya saja ketika disinggung mengenai siapa yang melepas Bulus itu, ia mengaku tidak tahu asal muasalnya. Tapi, menurut informasi bahwa di lokasi terowongan itu dulunya terdapat Bulus.

“Ya kalau asalnya juga nggak tahu tapi menurut informasi memang ada dulu. Kemarin itu ditemukan mengambang karena terkena alat berat dan mati,” ujarnya.