KPK Periksa Deputi Logistik dan Peralatan BNPB

Ilustrasi OTT KPK.
Sumber :
  • vstory

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Prasinta Dewi, hari ini. Dewi dipanggil untuk mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Kolaka Timur.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada awak media, Kamis, 7 Oktober 2021.

img_title KPK Umumkan Identitas 3 Tersangka Baru di Kasus RSUD Koltim, Langsung Ditahan

Dewi diperiksa di Gedung Merah Putih KPK. Lembaga Antikorupsi berharap Dewi datang. Dia dipanggil karena dinilai mengetahui seluk beluk rasuah dalam kasus ini. Keterangannya dibutuhkan untuk mengonfirmasi sejumlah temuan penyidik dalam kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini bermula pada September 2021. Bupati nonaktif Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur Anzarullah awalnya mengajukan dana hibah logistik dan peralatan ke BNPB Pusat di Jakarta.

img_title Cerita Ketua KPK Tak Mau OTT Bupati Kolaka Timur saat Rakernas NasDem

Dari permintaan itu Kolaka Timur mendapatkan dana hibah relokasi dan rekonstruksi senilai Rp26,9 miliar. Kolaka Timur juga mendapatkan hibah dana siap pakai senilai Rp12,1 miliar.

Setelah mendapatkan dana itu, Anzarullah meminta Andi untuk mengatur beberapa proyek pekerjaan fisik dikerjakan oleh perusahaannya. Dari kongkalikong itu, timbul kesepakatan jasa konsultasi proyek pembangunan dua jembatan di Kecamatan Ueesi, dan jasa konsultasi pembangunan seratus rumah di Kecamatan Uluiwoi dikerjakan oleh Anzarullah.

img_title Sahroni Kritik KPK soal OTT Bupati Koltim: Ditangkap Dalam Kamar, Hargailah Partai Politik

Andi mengamini permintaan Anzarullah. Dari kesepakatan itu, Andi dijanjikan mendapatkan fee 30 persen dari jasa konsultasi proyek yang dikerjakan oleh orang perusahaan Anzarullah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Andi kemudian memerintahkan jajarannya agar jasa konsultasi proyek yang diminta dimenangkan oleh Anzarullah. Dari kongkalikong itu, Andi diduga telah menerima uang Rp250 juta yang diberikan secara bertahap dari Anzarullah.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu

Menkes Budi Berpeluang Dipanggil KPK di Kasus Dugaan Korupsi RS Koltim

KPK buka peluang untuk memanggil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kolaka Timur.

img_title
VIVA.co.id
25 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut