Bebas Penjara Usai Dapat Amnesti, Ini Permintaan Saiful Mahdi
- VIVA/Dani Randi
VIVA – Dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Saiful Mahdi resmi keluar dari Lapas Kelas II A Banda Aceh setelah mendapat amnesti dari Presiden dan DPR RI, Rabu, 13 Oktober 2021. Ia keluar lapas sekitar pukul 16:15 WIB.
“Saya sudah bebas hari ini, saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah mengawal hingga amnesti,” ujar Saiful Mahdi usai menerima surat bebas yang diberikan Kalapas.
Saiful berharap kasus yang menimpanya jadi kasus terakhir di Indonesia. Ia juga meminta agar UU ITE segera direvisi agar tidak adanya korban UU ITE ke depannya.
“Saya berharap agar UU ITE direvisi segera, banyak saudara kita yang masih tersangkut di UU ITE,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh Meurah Budiman mengatakan, pihaknya baru saja menerima keppres amnesti dari Presiden dan DPR RI. Sehingga sudah menjadi kewajiban pihaknya untuk mengeksekusi keppres tersebut.
“Jadi ketika kita terima, kita respons terus, kita tidak menunggu besok atau lusa, langsung kita jalankan sesuai perintah Presiden,” kata Meurah.
Sementara hak-hak Saiful Mahdi juga akan dikembalikan seperti semula, uang denda akan dikembalikan termasuk status hukumnya akan dihapus.
“Yang jelas beliau status hukumnya sudah dihapus dan dipulihkan,” ujar Meurah.
Jokowi Teken Keppres Amnesti
Presiden Jokowi.
- YouTube Sekretariat Presiden
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) pemberian amnesti bagi Saiful Mahdi. Keppres diteken usai pengajuan amnesti oleh Presiden disetujui oleh DPR kepada sang dosen yang terjerat kasus UU ITE.
"Ya kita kemarin menerima surat dari DPR, bahwa DPR sudah menyetujui amnesti untuk saudara Saiful Mahdi. Jadi Presiden kan beberapa waktu yang lalu sudah mengajukan ke DPR dan kemudian sudah mendapatkan persetujuan DPR," kata Menteri Sekretariat Negara, Pratikno, Selasa, 12 Oktober 2021.
Pratikno mengatakan Keppres tersebut diteken Presiden pada hari ini. Adapun Keppres disebutkan langsung dikirimkan ke Mahkamah Agung dan Jaksa Agung.
DPR pun telah menyetujui pemberian amnesti yang ditujukan kepada Dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Saiful Mahdi.
Dalam rapat paripurna belum lama ini, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, mengatakan juga soal keterbatasan waktu para wakil rakyat mengingat masa reses yang dimulai per Jumat pekan lalu.