Eks Raja OTT KPK Buka Peluang Gabung Polri: Tawaran Menarik

Mantan Penyidik yang juga Raja OTT KPK, Harun Al Rasyid
Mantan Penyidik yang juga Raja OTT KPK, Harun Al Rasyid
Sumber :
  • VIVA/Muhammad AR

VIVA – Harun Al Rasyid, mantan penyelidik utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara terkait tawaran Kapolri kepada 56 eks pegawai yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menjadi ASN Polri.  

Pria yang akrab disapa Cak Harun itu mengatakan, secara pribadi, keluarganya masih mendorong dirinya sebagai pegawai pemerintah di bidang hukum. Alasan itu juga yang membuat dirinya secara pribadi mempertimbangkan tawaran Kapolri.

"Kalau keinginan pribadi keluarga, saya masih ingin bekerja untuk negara. Artinya kepada pemerintah ya. Karena memang saya disekolahkan oleh orang tua itu di samping ilmu agama juga sekolah umum," katanya saat ditemui VIVA di pondok pesantren miliknya Yayasan Kiromim Baroroh Maiyyatullah Sosial dan Pendidikan di Perumahan Bukit Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Rabu, 13 Oktober 2021. 

Sementara untuk 56 anggota lainnya selain dirinya, kata Harun, juga sedang mempertimbangkan untuk bisa kembali berkiprah di bidang pemberantasan korupsi seperti yang ditawarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Saya dengan kawan-kawan sekarang sedang mempertimbangkan untuk bisa berkiprah kembali di dalam pemberantasan korupsi, pencegahan maupun penindakan, dengan mempertimbangkan dari Kapolri ya," ungkap Harun.

Pria asal Madura itu menilai tawaran itu bukan semata-mata karena Kapolri, melainkan keinginan dari Presiden Joko Widodo yang masih mempertimbangkan tenaga para 57 anggota KPK yang diberhentikan untuk bidang pemberantasan korupsi. 

"Yang saya lihat itu bukan semata dari Kapolri ya, tetapi itu keinginan dari presiden agar teman-teman yang kemarin dinyatakan tidak lulus TWK itu tetap bisa dimanfaatkan tenaganya untuk kerja-kerja pemberantasan korupsi," ungkap pria yang berkiprah selama 16 tahun di KPK.