Korban Depresi Ditagih Tak Manusiawi, Kantor Pinjol di DIY Digerebek

Dirreskrisus Polda Jawa Barat Kombes Pol Arief Rahman
Dirreskrisus Polda Jawa Barat Kombes Pol Arief Rahman
Sumber :
  • VIVA.co.id/Cahyo Edi

VIVA – Polisi gabungan dari Polda Jawa Barat dan Polda DIY menggerebek sebuah ruko di Jalan Prof. Herman Yohannes, Kecamatan Depok, Sleman, Kamis 14 Oktober 2021. Ruko berlantai tiga ini ternyata merupakan kantor pinjaman online alias pinjol.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat, Kombes Pol Arief Rahman mengatakan penggerebekan kantor di Sleman ini merupakan pengembangan kasus di Jawa Barat.

"Kami perlu sampaikan bahwa kasus ini berawal dari atensi pemerintah yang memerintahkan kepada jajaran kepolisian dan diperintahkan oleh Bapak Kapolri untuk melakukan penindakan terhadap pelaku pinjaman online yang sangat meresahkan masyarakat," kata Arief di Sleman.

Penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) di Cengkareng.

Penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) di Cengkareng.

Photo :
  • istimewa

Arief menceritakan pengungkapan kasus berawal saat Polda Jabar pada tiga hari yang lalu mendapatkan laporan dari seorang korban pinjol berinisial TM. Dia menerangkan bahwa penagihan dari pinjol yang tidak manusiawi menyebabkan korban mengalami depresi.

"Pengembangan (kasus pinjol) itu kami menemukan dan hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku ini diduga berasal dari daerah yang sedang kami lakukan penggerebekan dan pengungkapan bersama dengan jajaran Dirreskrimum Polda DIY," jelas Arief.

Pun, dia menjabarkan dari kantor pinjol di Sleman ini pihaknya mengamankan 86 orang. Lalu, 86 orang ini diketahui bekerja di kantor pinjol tersebut.