Ditetapkan Tersangka, Bupati Kuansing Segera Dibawa ke KPK

Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/8/2021) terkait dengan penahanan Paut Syakarin (PS) dari pihak swasta, tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi pada tahun anggaran
Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/8/2021) terkait dengan penahanan Paut Syakarin (PS) dari pihak swasta, tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi pada tahun anggaran
Sumber :
  • ANTARA/HO-Humas KPK

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kuansing Andi Putra sebagai tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Riau. Namun, KPK tidak memampangkan Andi saat pengumuman malam ini dilakukan.

Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto menjelaskan pihaknya tengah berpacu dengan waktu dalam tangkap tangan ini. Tersangka yang terlibat harus segera diumumkan meskipun orangnya belum sampai di Jakarta.

"Bahwa penetapan 1x24 jam juga harus segera diberikan kepastian kepada para pihak tersebut," kata Setyo di kantornya, Jl Kuningn Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Oktober 2021.

Ilustrasi barang bukti kasus korupsi

Ilustrasi barang bukti kasus korupsi

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Setyo menuturkan, meski tidak ada tersangkanya, pengumuman itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Lembaga antikorupsi menegaskan telah mengantongi bukti yang cukup untuk menetapkan Andi sebagai tersangka usai interograsi setelah OTT dilakukan.

"Kita lakukan tentunya setelah melakukan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan apakah tersangka kemudian menyelesaikan proses administrasi penyidikannya," jelas Setyo.

KPK segera membawa Andi ke Jakarta. Menurut Setyo, masalah itu tidak mengganggu proses hukum dalam kasus ini.