PAN: Negara Lain Banyak yang Terkejut dengan Indonesia

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay.
Sumber :
  • Dok. DPR.

VIVA – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPR RI Saleh Partaonan Daulay memberikan catatan mengenai kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin selama dua tahun terakhir, terutama dampak pandemi COVID-19.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Ada dua poin utama yang menjadi perhatian. Pertama, mengenai pemerintah menangani COVID-19 dari sisi kesehatan, Kedua, upaya pemerintah mengendalikan dan memulihkan ekonomi nasional. Kedua hal itu berkaitan antara satu dengan yang lain dan sangat terkait dengan sektor kehidupan sosial dan ekonomi lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari sisi kesehatan, pemerintah dinilai telah berupaya keras untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Di awal pandemi, pemerintah terkesan agak sedikit lambat. Tetapi itu bisa dipahami mengingat persoalan COVID-19 adalah persoalan baru. Tidak ada satu negara pun yang siap menghadapinya," kata Saleh, kepada wartawan, Kamis, 21 Oktober 2021.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Gerak cepat Pemerintah membentuk satuan tugas untuk menangani persoalan kesehatan akibat COVID-19 perlu diapresiasi. Satuan tugas itu juga digandengkan dengan satuan tugas untuk pemulihan ekonomi nasional.

Persoalan ketersediaan tempat tidur, kelangkaan oksigen, dan kelangkaan obat-obatan menjadi tantangan yang tidak ringan. Menurut Saleh, harus diakui bahwa pemerintah sangat sabar untuk menghadapi semuanya sampai eskalasi yang terpapar menurun, tingkat hunian rumah sakit juga menurun, jumlah warga yang sakit dan meninggal turun drastis.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

"Negara lain banyak juga yang terkejut dengan Indonesia. Bahkan, Malaysia tertinggal dengan kita. Ini harus disyukuri. Semua pihak tetap harus berkontribusi. Caranya, tetap menerapkan prokes secara ketat di semua tempat," ujarnya.

Dari sisi pemulihan ekonomi, kata Saleh, pemerintah dinilai juga bekerja cukup maksimal. Beberapa bulan yang lalu, ekonomi Indonesia sempat mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah dan menyentuh lebih rendah minus 5 persen.

Keluar dari resesi

Di tengah pandemi seperti sekarang, menurutnya, resesi seperti itu tentu tidak mudah dihadapi. Perlu kerja keras dan keseriusan semua pihak untuk bertahan dan berupaya menaikkan kembali perekonomian nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi PHK.

Photo :
  • U-Report

"Di titik ini, saya kira pemerintah bekerja maksimal. Buktinya, ekonomi bisa tumbuh positif. Tingkat pertumbuhannya sangat baik. Bahkan, sekarang sudah mendekati 5 persen. Itu artinya, kita sudah tidak resesi lagi. Tinggal bagaimana bisa mempertahankan dan meningkatkan yang ada saat ini," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut