Pinjol Ilegal Marak, MUI: Lembaga Keuangan Syariah Bisa Jadi Solusi

Pengungkapan jaringan pinjaman online atau pinjol Ilegal (foto ilustrasi).
Pengungkapan jaringan pinjaman online atau pinjol Ilegal (foto ilustrasi).
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang marak kini meresahkan masyarakat di tengah ujian pandemi COVID-19. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar umat Islam bisa memberdayakan lembaga keuangan syariah ketimbang memilih jasa pinjol ilegal.

Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional MUI Setiawan Budi Utomo menyampaikan lembaga keuangan syariah bisa bantu memberantas pinjol ilegal yang meresahkan. Ia mengingatkan Indonesia memiliki potensi lembaga keuangan syariah yang besar. 

Menurutnya, dengan modal 200 juta penduduk muslim, perkembangan lembaga keuangan syariah mestinya bisa berkembang lebih optimal di Tanah Air.

"Sekarang, porsi perbankan syariah baru 6,5 persen dari keseluruhan perbankan nasional," kata Setiawan saat webinar yang diselenggarakan MUI dan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Informatika dan Komunikasi yang dikutip pada Jumat, 22 Oktober 2021.

Pengungkapan Jaringan Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Pengungkapan Jaringan Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal

Dia menjelaskan, salah satu yang perlu didorong adalah lembaga keuangan syariah mikro. Harapannya tentu lembaga jenis ini nanti bisa menjangkau sampai ke berbagai lapisan masyarakat. “Lembaga keuangan mikro bisa menjadi solusi atas masalah pinjol ilegal," jelasnya.

Dia menekankan pinjol ilegal saat ini jadi salah satu persoalan yang meresahkan. Hal ini bahkan sampai membuat Presiden Jokowi memberikan instruksi khusus untuk memberantas pinjol ilegal.