Momen Majelis Hakim Ragukan Kesaksian Setyo di Sidang Kasus Asabri

Ilustrasi kursi majelis hakim
Ilustrasi kursi majelis hakim
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Sidang perkara dugaan korupsi pengelonaan dana di PT Asabri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta berlanjut pada Jumat kemarin, 22 Oktober 2021. Dalam sidang itu, majelis hakim menegur saksi yang merupakan seorang pengusaha yakni Setyo Joko Santosa karena memberikan keterangan yang kerap berubah-ubah.

Majelis hakim hakim menilai Setyo tidak konsisten dengan kesaksian di persidangan sebelumnya. Hakim merujuk keterangan di sidang sebelumnya pada Selasa, 19 Oktober 2021 bahwa Setyo sempat mengatakan pernah mendapat perintah secara lisan dari eks Sekretaris Menko Polhukam Brigjen Rudianto. 

Maksud perintah Rudianto ke Setyo untuk mencari keberadaan Lukman Purnomosidi dan Beny Tjokrosaputro. Namun, dalam kesaksian di lanjutan sidang Jumat kemarin, Setyo mengaku dapat perintah dari eks Dirut PT Asabri Sonny Wijaya untuk menghadirkan Danny Boestami, Benny Tjokro, Liem Anggie.

Keterangan itu membuat Ketua majelis hakim, IG Eko Purwanto menegur dan bertanya kepada Setyo. Hakim Eko menyebut dari keterangan dalam dua sidang sebelumnya, ada perbedaan.

“Ada perbedaan yang sangat saya ingat betul. Saudara mendapat perintah mencari orang-orang yang saudara sebutkan tadi bukan dari Sonny Widjaya. Ketika keterangan saudara kemarin ada yang berbeda dengan sekarang. Di situ pula ada yang  ditutup-tutupi dan kebohongan," kata hakim Purwanto dalam persidangan Jumat, 22 Oktober 2021.

Pun, setelah itu, Purwanto mengingatkan agar Setyo menyampaikan keterangan yang jujur dan tidak berubah-ubah. Ia mengkonfirmasi agar Setyo menerangkan keterangan seperti sidang sebelumnya.

"Kenapa berbeda hari ini, keterangan saudara?" tanya lagi Purwanto.