Kisah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang Melegenda

Kapal Van der Wijck yang tenggelam di perairan Brondong, Lamongan 1936
Kapal Van der Wijck yang tenggelam di perairan Brondong, Lamongan 1936
Sumber :
  • javapost.nl

VIVA – Di pagina pertama, dengan huruf yang besar-besar telah bertemu perkabaran KAPAL VAN DER WIJCK TENGGELAM'. Dia terhenyak di tempat duduknya, badannya gemetar, dan perkabaran itu dibacanya terus 'KAPAL VAN DER WIJCK TENGGELAM'...

Baru sekian berita yang dimuat dalam surat-surat kabar yang dapat dibaca Zainuddin. Seluruh badannya gemetar. Dengan suara sangat gugup dipanggilnya Muluk, yang rupanya sedang membaca perkabaran itu pula di koran yang lain. "Hayati beroleh celaka, Bang Muluk!"...

Demikian kutipan dalam novel legendaris Hamka 'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck' (1939). Novel yang bercerita tentang kisah romantis dari Minangkabau antara sosok pemuda bernama Zainuddin dengan wanita pujaan hatinya bernama Hayati, yang terbelenggu aturan adat Minangkabau dan berakhir memilukan.  

Novel yang diilhami peristiwa nyata tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1936) ini sempat dituding plagiat karya Jean-Baptiste Alphonse Karr berjudul Sous les Tilleuls (1832). Tapi tudingan itu dinilai politis, kenyataannya novel tersebut terus dicetak ulang hingga sekarang. 

Dibalik fenomenalnya novel Buya Hamka itu, tragedi tenggelamnya Kapal Van der Wijck masih menyisakan misteri. Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, belum lama ini mengumumkan penemuan yang diduga bangkai Kapal Van der Wijck di perairan Brondongan, Lamongan.  

Hamka dalam novelnya mengutip tulisan surat kabar Aneta (Algemeen Nieuws-en Telegraaf-Agentschap/kantor berita pertama di Indonesia) mengabarkan detik-detik tenggelamnya kapal uap milik perusahaan pelayaran Belanda, Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) -- cikal bakal Pelni.

"Surabaya, 20 Oktober (Aneta). Pada pukul 1 tadi malam. Marine komandan di sini menerima radio dari Kapal Van der Wijck, meminta pertolongan (S.O.S) sebab telah miring. Seterimanya kabar ini Marine dengan segera menjalankan pertolongan yang perlu. Kapal tersebut telah berangkat dari Surabaya ke Semarang pukul 9 malam. Dia telah tenggelam 15 mil jauhnya dari sebelah utara Tanjung Pakis," tulis kantor berita Aneta