Puan: Harga Tes Antigen Jangan Lebihi Batas Tertinggi
- Dok. DPR.
VIVA - Ketua DPR, Puan Maharani, meminta Kementerian Kesehatan bersama instansi terkait mengawasi seluruh fasilitas kesehatan soal biaya tes antigen dan PCR. Dalam aturan terbaru, pemerintah menetapkan biaya tes antigen paling tinggi untuk Jawa-Bali sebesar Rp99.000 untuk Jawa-Bali, dan luar Jawa-Bali Rp109.000.
Pemerintah turunkan harga Rapid Test Antigen.
Kemudian batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan PCR di Jawa-Bali sebesar Rp275.000 di Jawa-Bali dan di luar Jawa-Bali Rp300.000. Tarif terbaru itu ditujukan bagi masyarakat yang melakukan tes PCR mandiri.
“Pastikan biaya tes antigen dan tes PCR di lapangan sesuai dengan aturan dan tidak melebihi batas tertinggi. Ketersedian alat tes juga harus terjamin,” kata Puan di Jakarta, dikutip pada Selasa, 2 November 2021.
Cukup Bijaksana
Puan menilai keputusan pemerintah yang kini memperbolehkan penggunaan tes swab antigen sebagai syarat naik pesawat terbang di Jawa dan Bali cukup bijaksana setelah kebijakan wajib tes PCR untuk perjalanan udara menuai kontroversi.
Tes PCR Bagi Penumpang Kedatangan Internasional di Bandara Soekarno Hatta
- VIVA/ Sherly
“Kami mengapresiasi respons pemerintah yang mendengarkan saran serta kritik dari publik mengenai syarat perjalanan udara di Jawa-Bali. Dengan memperbolehkan syarat swab antigen untuk naik pesawat, hal ini mengurangi beban masyarakat yang ingin melakukan perjalanan,” kata Puan lagi.
Baca juga: Kemenhub: Penerbangan di Luar Jawa dan Bali Bisa Pakai Antigen
Tes Antigen Lebih Efektif
Sebelumnya pemerintah mewajibkan syarat tes PCR bagi penumpang pesawat di Jawa-Bali dengan masa berlaku 2x24 jam, yang kemudian direvisi menjadi 3x24 jam. Sejak awal, Puan menilai tes antigen lebih efektif diterapkan sebagai syarat perjalanan.
Petugas Kesehatan melakukan swab test antigen pada siswa PTM
- ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc.
“Tes PCR akan efisien digunakan sebagai sarana diagonasa. Untuk screening sebaiknya tes antigen saja. Apalagi berdasarkan studi, efektivitas tes antigen dalam mendeteksi virus juga sudah cukup tinggi,” ujarnya.
Tes PCR Cukup Mahal
Selain itu, menurut Puan, belum semua orang bisa menjangkau tes PCR. Meski pemerintah telah menerapkan aturan penuruan biaya tes PCR, namun harganya dinilai masih tergolong cukup mahal.
“Dengan mempersilakan calon penumpang memilih swab antigen atau tes PCR sebagai syarat perjalanan termasuk naik pesawat, kita memberi alternatif sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing masyarakat,” katanya.