Puan: Harga Tes Antigen Jangan Lebihi Batas Tertinggi

Ketua DPR Puan Maharani saat meninjau vaksinasi di Pasar Ikan Modern Muara Baru.
Sumber :
  • Dok. DPR.

VIVA - Ketua DPR, Puan Maharani, meminta Kementerian Kesehatan bersama instansi terkait mengawasi seluruh fasilitas kesehatan soal biaya tes antigen dan PCR. Dalam aturan terbaru, pemerintah menetapkan biaya tes antigen paling tinggi untuk Jawa-Bali sebesar Rp99.000 untuk Jawa-Bali, dan luar Jawa-Bali Rp109.000.

img_title Saham Suami Puan Maharani Melejit, BUVA Klarifikasi ke BEI soal Rights Issue 50 Miliar Saham Baru

Pemerintah turunkan harga Rapid Test Antigen.

Photo :

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan PCR di Jawa-Bali sebesar Rp275.000 di Jawa-Bali dan di luar Jawa-Bali Rp300.000. Tarif terbaru itu ditujukan bagi masyarakat yang melakukan tes PCR mandiri.

img_title Terpopuler: QJMotor Fort 180 vs Honda ADV160, Mobil Puan Maharani, dan Strategi Jepang Hadapi China

“Pastikan biaya tes antigen dan tes PCR di lapangan sesuai dengan aturan dan tidak melebihi batas tertinggi. Ketersedian alat tes juga harus terjamin,” kata Puan di Jakarta, dikutip pada Selasa, 2 November 2021.

Cukup Bijaksana

img_title Kerennya Mobil Ketua DPR RI, Puan Maharani

Puan menilai keputusan pemerintah yang kini memperbolehkan penggunaan tes swab antigen sebagai syarat naik pesawat terbang di Jawa dan Bali cukup bijaksana setelah kebijakan wajib tes PCR untuk perjalanan udara menuai kontroversi.

Tes PCR Bagi Penumpang Kedatangan Internasional di Bandara Soekarno Hatta

Photo :
  • VIVA/ Sherly

“Kami mengapresiasi respons pemerintah yang mendengarkan saran serta kritik dari publik mengenai syarat perjalanan udara di Jawa-Bali. Dengan memperbolehkan syarat swab antigen untuk naik pesawat, hal ini mengurangi beban masyarakat yang ingin melakukan perjalanan,” kata Puan lagi.

Baca juga: Kemenhub: Penerbangan di Luar Jawa dan Bali Bisa Pakai Antigen

Tes Antigen Lebih Efektif

Sebelumnya pemerintah mewajibkan syarat tes PCR bagi penumpang pesawat di Jawa-Bali dengan masa berlaku 2x24 jam, yang kemudian direvisi menjadi 3x24 jam. Sejak awal, Puan menilai tes antigen lebih efektif diterapkan sebagai syarat perjalanan.

Petugas Kesehatan melakukan swab test antigen pada siswa PTM

Photo :
  • ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc.

“Tes PCR akan efisien digunakan sebagai sarana diagonasa. Untuk screening sebaiknya tes antigen saja. Apalagi berdasarkan studi, efektivitas tes antigen dalam mendeteksi virus juga sudah cukup tinggi,” ujarnya.

Tes PCR Cukup Mahal

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, menurut Puan, belum semua orang bisa menjangkau tes PCR. Meski pemerintah telah menerapkan aturan penuruan biaya tes PCR, namun harganya dinilai masih tergolong cukup mahal.

“Dengan mempersilakan calon penumpang memilih swab antigen atau tes PCR sebagai syarat perjalanan termasuk naik pesawat, kita memberi alternatif sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing masyarakat,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut