Pemerintah Diminta Waspada Terhadap Jebakan Utang China

Ilustrasi utang Indonesia.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA - Presiden China Xi Jinping dinilai ingin menciptakan hegemoni baru dalam perekonomian dunia dengan menawarkan hasil industri mereka yang super murah dan bantuan proyek infrastruktur kepada negara-negara yang masuk dalam cicin perdagangan China.

img_title China Punya Cara Sendiri Mengontrol Informasi di Era Digital

Pada tahun 2013 lalu, Xi Jinping dalam kunjungannya ke Kazakhstan dan Indonesia, mengenalkan ide One Belt One Road (OBOR). Pemerintah setempat diminta menyiapkan proyek khususnya di sektor transportasi dan energi, selanjutnya China langsung memberikan pinjaman jangka panjang dengan bunga yang sangat kompetitif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi membayar hutang.

Photo :
  • U-Report

img_title Pengangguran Anak Muda China Capai Rekor 18,9 Persen, AI Bikin Persaingan Kerja Makin Ketat

“Akan tetapi kenyataan beberapa negara justru tidak mampu menjalankan proyek secara tepat lalu mangkrak dan pemerintah tersebut terpaksa menanggung utang besar,” kata peneliti senior Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (CENTRIS), AB Solissa, kepada wartawan, Jumat, 12 November 2021.

Gagal Lunasi Utang

img_title Deepal S07 Bisa ‘Tembus Pandang’, Tapi Cuma Pakai Kamera

Solissa menuturkan Sri Lanka yang gagal melunasi utang akhirnya menyerahkan kepada China yang akan memindahkan Angkatan Laut negara itu ke wilayah yang sudah dikuasai Beijing sehingga membuka peluang bagi China untuk menguasai gerak-gerik tentara Sri Lanka.

Baca juga: Indonesia Masih Masuk 10 Besar Negara dengan Utang Terbesar di Dunia

Selain menguntungkan, lanjutnya, teknik pinjaman tersebut merupakan salah satu taktik China hal untuk memperluas pengaruhnya di kawasan Samudera Hindia dan sedikit demi sedikit menggeser India sebagai patron di kawasan tersebut.

“Secara geopolitik, kejatuhan Kenya dan Maladewa seperti Sri Lanka juga dapat menguntungkan China dalam menguasai wilayah Samudera Hindia serta mendekatkan mereka ke negara-negara Arab, Afrika, dan benua Asia lainnya,” ujar Solissa lagi.

Ilustrasi utang.

Photo :
  • U-Report

Pengaruh China Meningkat

Dia melanjutkan karena meningkatnya pengaruh ekonomi, politik dan strategis Cina dan tanpa pembalasan yang signifikan, negara-negara di dunia yang menerima utang akhirnya menyerah di bawah tekanan China sehingga mereka dengan mudah menerapkan 'proyek jalan sabuk' di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum lagi industri manufaktur China yang diduga kuat mengadopsi semua jenis taktik yang tidak etis, tidak adil dan ilegal, menduduki pasar di seluruh dunia yang tentunya cepet menggelembungkan devisa negara mereka.

“Berbekal cadangan devisa yang terus bertambah, pemerintah China tidak hanya mengakuisisi tanah di banyak negara termasuk Afrika, tetapi bahkan perusahaan-perusahaan di negara-negara Eropa, Amerika dan Asia dalam jumlah besar,” kata Solissa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut