Korban PHK Bisa Dapat Program JKP, Begini Syarat dan Manfaatnya

Pekerja memproduksi sepatu untuk diekspor (foto ilustrasi).
Pekerja memproduksi sepatu untuk diekspor (foto ilustrasi).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA –  Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberlakukan program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) mulai Maret 2022. Program ini diinisiasi untuk memberikan bantuan kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, menyampaikan ada 3 manfaat dari program tersebut. Dia bilang, pekerja akan memperoleh manfaat tersebut bila ikut JKP.

“Yang pertama adalah manfaat uang tunai atau cash bagi si korban PHK. [Yang kedua] akses informasi pasar kerja. Lalu pelatihan kerja atau vokasi," kata Indah dalam dialog publik yang dikutip pada Jumat, 19 November 2021.

Menurut dia, manfaat pertama adanya uang tunai yang bisa membantu korban PHK untuk melanjutkan kebutuhan hidup. Namun, ia berharap dalam proses penerimaan uang tunai JKP, para pekerja korban PHK bisa sambil mencari pekerjaan baru. Kata dia, setidaknya bisa mengikuti pelatihan.

Ilustrasi PHK.

Ilustrasi PHK.

Photo :
  • vstory

Pun, manfaat kedua, yaitu akses informasi pasar kerja. Dia menyampaikan program ini memberikan informasi terkait lowongan pekerjaan yang masih dibutuhkan para korban PHK.

Menurutnya, dalam informasi lowongan kerja, Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan layanan job counselling atau konsultasi mengenai informasi. Nantinya termasuk dengan keterampilan, kualifikasi, hingga minat para pekerja/buruh.