Soroti E-Parking di Medan, KPPU Ingatkan Bobby Nasution Soal Ini

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Putra Nasution (Medan)

VIVA – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mengingatkan Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya persengkongkolan terhadap lelang tender. Saran ini agar memunculkan persaingan usaha yang sehat di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

img_title Bobby Nasution Gaspol Pengembangan Pertanian di Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027 untuk Kejar Swasebada Pangan

KPPU Kantor Wilayah (Kanwil) I tengah melakukan penyelidikan terhadap pengelolaan e-parking di Kota Medan. Pengelolaan itu di bawah naungan Dinas Perhubungan Kota (Dishub) Kota Medan. Sedangkan, perusahaan yang mengelola eletronik parkir itu adalah PT Logika Garis Elektronik (LGE).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT LGE dari penyelidikan sementara KPPU diketahui perusahaan tersebut baru didirikan pada Agustus 2021. Maka itu, usianya baru seumur jagung dan dipertanyakan pengalamannya untuk mengelola e-parking di Kota Medan ini.

img_title Sumut Beri Beasiswa 20 Dokter Pendidikan Program Spesialis, Dorong Pelayanan Kesehatan di Kepulauan Nias

Kepala KPPU Kanwil I, Ridho Pamungkas mempertanyakan informasi lelang tender yang hanya diikuti satu perusahaan yakni PT LGE. Dengan itu, perusahaan ini pemenang tender untuk mengelola e-parking di Kota Medan.

"Arahnya, untuk perbaikan. Karena e-parking ini masih uji coba sampai Desember 2021. Untuk membuka kesempatan (lelang) lebih luas. Tapi, jangan sampai terjadi persengkongkolan," kata Ridho saat dikonfirmasi VIVA, Minggu 21 November 2021.

img_title Ekspor Diperkuat, Komoditas Unggulan Sumut Senilai Rp258,9 Miliar Dikirim ke Berbagai Negara

Pun, Ridho mengatakan saat diperiksa terkait e-parking, Dishub Kota Medan mengaku banyak mengalami kendala. 

"Memang diskusi kendala-kendala di lapangan, termasuk juru parkirnya. Retribusi ada pelayanan, kendala masalah pengembangan SDM," jelas Ridho.

Meski demikian, Ridho mengatakan pihaknya mendukung langkah dan gagasan dalam digitalisasi retribusi parkir di Kota Medan. Sebab, e-parking sebagai wujud pelayanan Pemko Medan kepada masyarakat. Selanjutnya, untuk menghilangkan 'parkir ninja' yang dinilai dapat meresahkan warga.

"Pas kita keluar parkir muncul, ninja parkir macam tidak ada pelayanan. Kemudian, yang membawa sepeda motor dan mobil membawa e-money. Di lokasi parkir ada boot untuk menjual e-money," sebut Ridho.

Sementara itu, Ridho mengatakan pihak KPPU pada pekan depan akan meminta keterangan PT LGE.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mau kita panggil dari perusahaan, Minggu depan. Nanti saya kabari kalau sudah kami panggil perusahaan LGE," jelas Ridho.

Ridho mengungkapkan tujuan KPPU memanggil PT LGE untuk melihat kompetensi perusahaan tersebut. Sebab, dalam mengelola e-parking, PT LGE baru sekitar 3 bulan. "Kita mau tahu juga, kompetensinya lah. kenapa bisa ditunjuk dan apa ditawarkan," tutur Ridho.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut