Pakar Hukum Bicara Soal Isu Kriminalisasi Terhadap Profesi Notaris

Pakar hukum Romli Atmasasmita
Pakar hukum Romli Atmasasmita
Sumber :
  • VIVAnews/Tri Saputro

VIVA - Isu over kriminalisasi terhadap profesi notaris ikut mengemuka seiring pemberitaan terkait kasus mafia tanah. Guru Besar Hukum Pidana, Universitas Padjajaran, Romli Atmasasmita, mengatakan bahwa over kriminalisasi artinya sesuatu yang merupakan tindak pidana ditetapkan melalui cara-cara yang menyimpang dari ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dosa

Menurut Romli, fakta adanya notaris yang mengalami kriminalisasi dalam menjalankan jabatannya harus dilihat, apakah termasuk kategori kriminalisasi atau over kriminalisasi.

“Jika kriminalisasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan maka positif. Namun jika over kriminalisasi baru dosa,” kata Romli dalam sebuah diskusi yang digelar Kelompok Notaris Pendengar dan Pemikir (Klompencapir), dikutip pada Rabu, 24 November 2021.

Baca juga: Dua Oknum PPAT Kasus Nirina Zubir Ditahan

Romli melanjutkan dalam menjalankankan jabatannya, notaris memiliki payung hukum yakni UU No 30 Tahun 2014, tentang Jabatan Notaris. Meskipun ruang lingkup pekerjaan notaris adalah keperdataan, terkait dengan pembuatan akta, di mana dalam UU semua sanksinya peringatan dan administratif.

“Tetapi tidak berarti bahwa ketentuan pidana tidak berlaku, sepanjang bukti-bukti yang diperoleh penyelidik cukup, maka bisa dikenakan satu tindak pidana,” katanya.