Brian Putra Bastara: Perubahan Ibarat Kereta Cepat
- Istimewa
Lalu, uncertainty seperti kondisi ketidakpastian dunia usaha ke depan. Sebab, masa lalu dinilainya tak lagi menjadi patokan dunia usaha dalam menganalisis probabilitas pasar ke depan. Hal ini lantaran ketidakpastian dan perubahan datang secara tiba-tiba.
Kemudian, complexity sebagai kondisi dunia usaha menjadi rumit. Maka itu, diperlukan ketangkasan dari pengusaha.Â
"Kita tidak lagi bisa melihat satu penyebab tunggal dan satu akibat tunggal, semuanya berlapis dan saling berkelindan," sebut Brian.
Selanjutnya, ia menjelaskan makna ambiguity sebagai kondisi lingkungan bisnis menjadi sulit untuk dipahami dengan asas-asas tunggal yang saling terkait. "Kondisi ini adalah suatu ketidakjelasan dan  ketidakjelasan ini merupakan suatu benang kusut yang harus diurai," tuturnya.
Menurutnya, kondisi saat ini jadi momentum untuk pengusaha lokal berkolaborasi untuk naik kelas. Ia menekankan dunia usaha saling terkait dan berinteraksi.Â
Dia bilang dalam usaha ada fenomena menarik yakni jarang ada pengusaha Minang yang mampu mempertahankan bisnisnya lebih dari dua generasi.Â
"Bisa jadi masalahnya pada VUCA. Banyak pengusaha lokal yang mengungkung pemikirannya sendiri untuk berubah, dan cuma berpikir untuk bertahan," ujar Brian.
Menurut dia, hal itu bisa jadi karena ketumpulan dalam ide gagasan. Tidak adanya ide-ide baru untuk mengikuti perubahan jaman membuat kemunduran. "Usaha yang dirintis lama akhirnya tertelan oleh perubahan itu sendiri," sebutnya.
"Perubahan itu ibarat kereta cepat, siapa yang bergegas dan bisa naik harus juga mengulurkan tangannya untuk membawa yang lain agar bisa bersama dalam satu gerbong," tuturnya.