Tiga Belas Orang Jadi Tersangka Pembakaran Rumah-Kendaraan di Buton

Tangkapan layar - Polisi saat mengumpulkan barang bukti di salah satu rumah warga yang dibakar oleh massa di Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Senin malam, 22 November 2021.
Tangkapan layar - Polisi saat mengumpulkan barang bukti di salah satu rumah warga yang dibakar oleh massa di Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Senin malam, 22 November 2021.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Kepolisian menetapkan sebanyak 13 orang tersangka diduga terlibat aksi pembakaran sejumlah rumah dan kendaraan pada Senin malam, 22 November 2021, di Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Kepala Kepolisian Resor Buton AKBP Gunarko, melalui selulernya dari Kendari, Kamis, mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 26 orang atas kejadian itu.

"Jadi, kemarin kita mengamankan dalam pengambilan keterangan. Dari 26 orang yang diambil keterangan 13 orang kita naikkan statusnya menjadi tersangka," kata dia.

Gunarko mengungkapkan ke-13 tersangka itu ialah warga di desa setempat yang diduga terlibat pada aksi pembakaran dan pengrusakan sejumlah rumah dan kendaraan sepeda motor maupun mobil di daerah itu. Sedangkan sang kepala desa masih diperiksa.

Dari ke-13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, 9 orang di antara mereka sudah ditahan. Sedangkan empat orang lainnya, karena berusia di bawah 18 tahun, tidak ditahan tetapi dikenakan wajib lapor.

Tangkapan layar (screenshot) video yang memperlihatkan massa membakar rumah dan sejumlah kendaraan bermotor di Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Senin malam, 22 November 2021.
Photo :
  • ANTARA

Tangkapan layar (screenshot) video yang memperlihatkan massa membakar rumah dan sejumlah kendaraan bermotor di Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Senin malam, 22 November 2021.

Gunarko mengungkapkan para tersangka dikenakan Pasal 170 dan 406 KUHP tentang secara bersama melakukan pengrusakan dengan ancaman penjara lebih dari lima tahun.