Kemenag Minta PTKI Perdalam Tradisi Riset Sains dan Agama

Gedung Kemenag RI.
Gedung Kemenag RI.
Sumber :
  • vivanews/Andry Daud

VIVA – Gelaran Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tengah dilaksanakan. Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen) Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, kejayaan peradaban Islam ditandai dengan pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Menurut Dhani, literatur-literatur dan kajian Islam bermunculan lahir dari tradisi riset yang dikembangkan para ilmuwan. Menebarkan jangkar-jangkar gagasan dan pemikiran yang brilian dan membanggakan.

“PTKI harus mengembangkan tradisi keilmuan dan riset untuk mengisi ruang-ruang kehidupan kemanusiaan dan peradaban antara agama dan ilmu pengetahuan harus saling mengisi dan menguatkan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi manusia sejagat,” kata Dhani dalam keteranganya di Jakarta, Kamis, 25 November 2021. 

Ilustrasi data dan riset.
Photo :
  • Freepik

Ilustrasi data dan riset.

Dhani menegaskan, OASE harus menjadi sarana untuk mengembangkan tradisi riset dan kajian-kajian keilmuan yang berbasis keagamaan dari PTKI untuk Indonesia dan dunia.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Suyitno mengatakan, OASE merupakan bentuk transformasi dari kegiatan yang semula bernama Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR). Giat ini kemudian dikembangkan menjadi dua even, yaitu OASE dan Pekan Seni Olahraga Mahasiswa Nasional (Pesona). 

“Ini merupakan kali pertama  yang menjadi program strategis bagi pembinaan generasi muda dan sumber daya manusia yang kritis, kreatif, dan inovatif. Sehingga menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi kehidupan yang kompleks dan kompetitif,” katanya.