KPK Ingatkan Hati-hati Kasih Hadiah ke Pacar yang Penyelenggara Negara

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengingatkan kepada para penyelenggara negara untuk melaporkan segala bentuk gratifikasi yang telah diterima. 

Ghufron menilai hadiah yang diberikan dari keluarga maupun relasi kepada penyelenggara negara sifatnya gratifikasi. 

Ghufron menjelaskan bahwa gratifikasi diatur dalam Pasal 12a dan b UU Pemberantasan Korupsi. Dalam Pasal 12B, kata Ghufron, penyelenggara negara dilarang untuk menerima hadiah. 

"Bagi antarwarga boleh saja, anda dengan pacar, anda dengan mertua, itu enggak masalah," kata Ghufron dalam diskusi yang diselenggarakan KPK, Selasa, 30 Novembwr 2021.

Meski begitu, lanjut Ghufron, apabila hadiah itu diberikan kepada penyelenggara negara, maka sifatnya gratifikasi. Meskipun ada hubungan kekeluargaan atau intim di dalamnya.

Baca juga: Minta Basuki Beli Sepatu Boots, Jokowi: Bagus untuk Kita Motoran

"Kalau kemudian ternyata pacar anda adalah bupati, mertua anda adalah dirjen, adalah menteri, itu yang kemudian sudah diliputi aspek hukum gratifikasi, maka gratifikasi kepada penyelenggara negara kemudian dianggap sebagai suap jika tidak dilaporkan," kata Ghufron.