Dua Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo Dituntut 1,5 Tahun Bui

Sidang kasus penganiayaan jurnalis Tempo di PN Surabaya.
Sidang kasus penganiayaan jurnalis Tempo di PN Surabaya.
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal

VIVA – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menuntut terdakwa Bripka Purwanto dan Brigadir Muhammad Firman Subkhi dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya pada Rabu, 1 Desember 2021.

Kedua terdakwa dinilai jaksa bersalah menghalang-halangi kegiatan jurnalistik yang dilakukan korban, jurnalis Tempo bernama Nurhadi, sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Ayat (1) UU Pers Juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut kedua terdakwa membayar restitusi kepada korban dan saksi. "Maka tuntutan restitusi kepada korban Nurhadi sebesar Rp13.813.000, dan tuntutan restitusi atas nama saksi F sebesar Rp42.650.000," kata jaksa Winarko.

Jika tidak mampu membayar, lanjut jaksa, maka kedua terdakwa menggantinya dengan kurungan badan masing-masing selama 6 bulan.

Menanggapi tuntutan itu, penasihat hukum kedua terdakwa, Joko Cahyono mengaku pihaknya akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi pada sidang berikutnya. "Kami mohon waktu dua pekan, Yang Mulia," kata Joko kepada majelis hakim.

Sebelumnya, terdakwa Purwanto dan Firman didakwa melakukan perbuatan yang melanggar Undang-undang Pers sebagaimana diatur di dalam Pasal 4 Ayat (2) tentang penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran, serta ayat (3) pasal yang sama tentang menghalangi hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. 

Kedua terdakwa juga didakwa melanggar Pasal 18 Ayat (1) UU UU Pers Juncto Pasal 55 Ayat (1), Pasal 170 Ayat (1) KUHPidana Jucto Pasal 55 Ayat (1), Pasal 351 Ayat (1) KUHP Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 335 Ayat (1) KUHP Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.