Habib Bahar Tak Pernah Mimpi Ketemu Rasulullah: Saya Perokok Berat

Habib Bahar bin Smith
Habib Bahar bin Smith
Sumber :
  • VIVA/Adi Suparman

VIVA – Pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin Habib Bahar bin Smith mengakui selama ini belum pernah mimpi bertemu Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Sekali pun nasab keturunannya bersambung dengan Rasulullah, tidak lantas bisa mimpi bertemu Rasulullah.  

Pengakuan Habib Bahar ini menjawab pertanyaan netizen dalam podcast di channel Youtube Refly Harun yang dikutip VIVA, Kamis, 2 Desember 2021. Habib Bahar terang-terangan belum pernah mimpi bertemu Rasulullah. 
 
"Enggak pernah," kata Habib Bahar "Karena rokok"

Habib Bahar mengakui Ia adalah perokok berat, padahal rokok paling dibenci Nabi Muhammad SAW. 

Dalam kitab Al Mawahib dikisahkan Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, pengarang Maulid Simtuduror. Habib Ali, kata Bahar, mendapat maqom kewalian tinggi karena bisa melihat Rasulullah dalam keadaan sadar, terjaga, bukan hanya dalam mimpi. 
 
"Suatu waktu Beliau itu melihat, di Tarim, Rasulullah mau masuk ke rumah orang, ketika Rasulullah mau masuk ke rumah satu orang, Rasulullah mau masuk rumah enggak jadi, keluar lagi. Habib Ali bertanya, 'Wahai Rasulullah kenapa engkau mau masuk tapi keluar lagi', kata Rasulullah 'Aku mau masuk karena disitu dibacakan Maulid, tapi ketika aku mau masuk ada orang di kantongnya tembakau, jadi tidak jadi masuk," ujar Habib Bahar 

"Di kantong ada tembakau aja Nabi enggak mau, apalagi kita isap tuh tembakau, Rasul paling benci sama rokok," sambungnya. Atas dasar itu, Habib Bahar meyakini sebabnya belum pernah dijumpai Rasulullah dalam mimpi karena perokok.

Namun demikian, Habib Bahar menyebut ada beberapa orang yang mengaku mimpi bertemu Rasulullah lalu menyampaikan salam untuk Bahar bin Smith dan berpesan agar terus berjuang. "Enggak perlu saya sebutkan, ada beberapa orang. Ada yang dari Sumbawa, ada dari Jawa Timur, ada yang dari Sulawesi. (mereka) Habib dan syarifah," ungkapnya

Lebih jauh, Habib Bahar juga sempat menanyakan kepada guru-gurunya soal kenapa dia sulit bertemu Rasulullah dalam mimpi. Gurunya menyampaikan bahwa Rasulullah tidak akan datang dalam mimpinya karena masih merokok. 
"Gimana ente mau mimpi ketemu Rosul, orang ente masih merokok, Rosulullah kan paling benci sama rokok, enggak bakal bisa. Rokok ini menjadi penghalang engkau tidak bisa berjumpa dengan Rasulullah," ucap Bahar menirukan gurunya. "Yang saya harapkan sebelum mati saya sudah bisa berhenti merokok,"