Said Iqbal Sebut Investasi dan Ketenagakerjaan Dua Mata Uang Terpisah

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube ILC

VIVA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan, sejak awal kelompok buruh sudah menyatakan keberatan kepada pemerintah dan parlemen pada saat pembahasan Undang-undang Cipta Kerja. Belakangan buruh melakukan aksi menyusul beleid itu disebut inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi

Menurut Said, persoalan masih menolaknya buruh terhadap aturan yang disebut Omnibus Law itu karena tidak sepakatnya mengenai klaster ketenagakerjaan

“Dia dua mata uang yang terpisah (UU Investasi dan Perlindungan Pekerja Buruh),” kata Iqbal dalam acara Indonesia Lawyers Club dengan tajuk UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Kenapa Buruh Marah?, di YouTube ILC, Jumat malam, 3 Desember 2021. 

Presiden KSPI, Said Iqbal

Presiden KSPI, Said Iqbal

Photo :
  • VIVA/Syaefullah

Iqbal menegaskan, jika berbicara soal investasi sudah pasti punya indikator sendiri, dan tidak bisa disangkutkan dengan perlindungan pekerja. Dia menyebutkan, kedua aturan itu dipaksakan. 

Pada prinsipnya, organisasi buruh mendukung perbaikan mengenai investasi dalam hal itu memotong birokasi yang bertumpuk. 

“Tapi ketika bicara perlindungan buruh itu downgrade total. Bagaimana mungkin negara membiarkan outsourcing itu bisa berlaku seumur hidup. Orang dikontrak berulang-ulang tanpa periode,” ujarnya.