Dua Jenderal Disebut Intervensi Kasus, Polda Jabar Merespons

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago
Sumber :
  • ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

VIVA – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memberikan hak jawab terkait pemberitaan VIVA dengan judul 'Diduga Intervensi Penyidikan, Dua Jenderal Dilaporkan ke Kapolri'. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago meluruskan bahwa dalam kasus tersebut dapat dipastikan tidak ada intervensi dua Jenderal.

"Terkait adanya pemberitaan yang disampaikan oleh saudari Tuti, adanya beberapa Jendral yang mengintervensi penyidik dalam hal penyidikannya, Polda Jabar akan meluruskan," ujar Erdi kepada VIVA, Sabtu 4 Desember 2021.

Dalam berita itu disebutkan bahwa Salah satu oknum jenderal tersebut mendatangi langsung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat karena mendukung terlapor.

"Bahwa hal tersebut tidak benar, hal ini kita buktikan bahwa kasus yang sedang ditangani Ditreskrimum Polda Jabar masih berlanjut dan sekarang sudah tahap penyidikan," katanya.

"Intinya tidak ada intervensi, perlu diketahui penyidik itu independen tidak bisa diintervensi menyangkut bisa atau tidaknya perkara dilakukan penyidikan itu berdasarkan hasil dua alat bukti, pemeriksaan - pemeriksaan bertahap mulai dari tahap penyelidikan kemudian untuk menaikan kasus ke penyidikan melalui gelar perkara," tambahnya.

Lanjut Erdi, hal itu berlaku juga untuk menentukan tersangka. "Melalui gelar perkara juga dihadiri penyidik, pengawas penyidik yaitu Propam kemudian Irwasda, itu semua fungsi menentukan hal hal dalam gelar perkara, jadi tidak mungkin penyidik itu bisa diintervensi," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita asal Bandung bernama Tuti Kuspiati Halim melaporkan dua oknum jenderal polisi dilaporkan oleh ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, atas dugaan intervensi dalam kasus saling lapor antara dirinya dengan mantan suami, di Polda Jawa Barat.

"Salah satu (oknum jenderal polisi) tersebut bahkan mendatangi langsung Direskrimum Polda Jawa Barat di mana kami mendapatkan informasi awal bahwa yang bersangkutan memberikan dukungan kepada Wawan alias Wan Hok," kata kuasa hukum Tuti, Agung Mattauch, kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jumat, 3 Oktober 2021.