Pencarian Korban Guguran Gunung Semeru Terkendala Tanah Panas

Tim SAR gabungan menggali material guguran awan panas Gunung Semeru saat pencarian korban yang tertimbun material itu di Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Selasa, 7 Desember 2021.
Tim SAR gabungan menggali material guguran awan panas Gunung Semeru saat pencarian korban yang tertimbun material itu di Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Selasa, 7 Desember 2021.
Sumber :
  • ANTARA/Zabur Karuru

VIVA – Kondisi tanah yang masih panas menjadi kendala dalam pencarian korban hilang akibat awan panas dan guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Kendalanya, tanahnya masih dalam kondisi panas, jadi alat berat pun tidak berarti untuk pencarian," ujar Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru yang juga Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Irwan Subekti dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa, 7 Desember 2021.

Untuk keesokan hari, petugas akan menfokuskan pencarian di Kampung Renteng dan Curah Kobokan, yang merupakan daerah terdampak paling parah.

Dia mengatakan hingga saat ini semua daerah terdampak dapat dijangkau, namun karena cakupan luas guguran Gunung Semeru melebar dan pasirnya panas, tindakan pencarian dan penyelamatan masih dilakukan secara terbatas.

Langkah pencarian korban ke depan masih dilakukan secara manual dengan penciuman dan penglihatan, alat berat, maupun dilakukan bersama warga di lokasi pencarian.

"Pencarian sudah sampai hari keempat. Kita diberikan waktu satu minggu untuk pencarian secara optimal," ujar Irwan.

Pemukiman warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

Pemukiman warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

Photo :
  • tvOne.