Cerita Munarman Jadi Target Polisi Usai Pembunuhan Laskar FPI

Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman.
Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman.
Sumber :
  • VIVA/ Andrew Tito.

VIVA – Terdakwa kasus terorisme Munarman hari ini dihadirkan secara langsung dalam persidangan dengan agenda eksepsi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 15 Desember 2021.

Dalam membacakan eksepsi dengan pengeras suara di hadapan majelis Hakim, Munarman mengaku dirinya menjadi target polisi usai membela hak enam orang anggota FPI yang tewas di tembak polisi beberapa waktu lalu.

“Bermula dari pernyataan saya yang membela pembantaian keji yang tidak berprikemanusian dalam kasus pembantaian 6 orang pengawal Habib Rzieq, yang menyebabkan diri saya menjadi target sebelum saya membantah sepihak dalam kasus extrajudicial killing pengawal Habib Rizieq," ujar Munarman dengan pengeras suara yang terdengar oleh awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 15 Desember 2021.

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang Munarman

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang Munarman

Photo :
  • VIVA/Andrew Tito

Munarman mengatakan dirinya dilaporkan oleh entah siapa usai dirinya menyatakan bahwa enam pengawal Habib Rizieq tidak membawa senjata api. Munarman menyebut, sejumlah laporan kepada pihak kepolisian itu ditujukan untuk memenjarakan dirinya.

"Cara kerja cipta kondisi dengan opini melalui orang-orang suruhan untuk membuat laporan polisi, lalu operasi media untuk mem-blow up hal tersebut sudah jamak dilakukan oleh komplotan yang memiliki kekuasaan powerfull," ujarnya.

Munarman lantas membacakan sejumlah judul berita yang tidak disebutkan secara rinci terkait media yang menerbitkannya